Sosial  

Dedikasi Tanpa Batas, Bidan Puskesmas Kamoning Tembus Hujan Deras Demi Selamatkan Ibu Melahirkan

Aksi responsif tenaga kesehatan di Sampang menuai pujian keluarga pasien BPJS yang mendapatkan pelayanan prima di tengah situasi darurat.

Kolase foto yang menampilkan papan nama LED merah bertuliskan Puskesmas Kamoning serta bayi perempuan baru lahir yang mengenakan kostum lebah dan perawat, terbaring di samping papan informasi data kelahiran.
Putri dari pasangan Rofa dan Budiyono yang lahir dengan selamat di Puskesmas Kamoning, Sampang, pada Rabu (7/1/2026) pukul 01.10 WIB dengan berat 3.200 gram. Momen bahagia ini diabadikan setelah proses persalinan dramatis yang berhasil ditangani tim medis di tengah cuaca buruk.

Ditulis pada: Rabu, 7 Januari 2026

Sampang — Seorang bidan desa di wilayah kerja Puskesmas Kamoning, Kabupaten Sampang, menunjukkan dedikasi tinggi dalam pelayanan kesehatan masyarakat pada Rabu (7/1/2026) dini hari. Di tengah guyuran hujan deras, Bidan Lely secara inisiatif mengemudikan mobil pribadinya untuk mengevakuasi pasien bersalin bernama Rofa, warga Dusun Kendal, Desa Baruh, yang dalam kondisi darurat medis menuju fasilitas kesehatan yang lebih memadai.

Peristiwa bermula sekitar pukul 00.00 WIB ketika Rofa bersama suaminya mendatangi pos kesehatan di Desa Baruh. Berdasarkan pemeriksaan awal, kondisi pasien diketahui sudah memasuki fase pembukaan lengkap dan membutuhkan penanganan persalinan segera. Situasi semakin mendesak mengingat kondisi cuaca di luar sedang hujan lebat disertai angin kencang.

Melihat kondisi tersebut, Bidan Lely mengambil keputusan cepat untuk merujuk pasien ke Puskesmas Kamoning demi keselamatan ibu dan bayi. Tanpa menunggu waktu lama, ia membawa pasien menggunakan kendaraan pribadinya dan mengemudi sendiri membelah hujan deras menuju lokasi puskesmas.

Setibanya di Puskesmas Kamoning, pasien langsung mendapatkan penanganan medis intensif. Berkat kesigapan tersebut, proses persalinan berjalan lancar. Bayi lahir secara normal pada pukul 01.10 WIB. Suasana haru menyelimuti ruang bersalin saat Budiyono, suami pasien, menggendong putranya sembari melantunkan adzan dan iqamah.

“Saya sangat puas terhadap pelayanan di Puskesmas Kamoning Sampang. Istri saya langsung ditangani dengan baik dan sigap oleh Bidan Lely beserta Bidan Devi. Saya sangat berterima kasih kepada bidan yang dengan segenap hati dan sabar melakukan persalinan istri saya,” ujar Budiyono kepada awak media.

Dalam konteks pelayanan publik, tindakan cepat dalam penanganan gawat darurat medis merupakan amanat dari regulasi kesehatan nasional. Sesuai dengan prinsip Standar Pelayanan Minimal (SPM) Bidang Kesehatan, setiap fasilitas kesehatan tingkat pertama wajib memberikan akses dan penanganan prioritas bagi ibu bersalin untuk menekan risiko kematian ibu dan bayi. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam menjamin keselamatan warga melalui layanan kesehatan yang responsif.

Budiyono juga memberikan apresiasi khusus kepada Kepala Puskesmas Kamoning, Ibu Intan, atas manajemen pelayanan yang diterapkan. Menurutnya, keramahan dan kecepatan respon petugas menjadi bukti kualitas layanan di fasilitas tersebut.

Pihak keluarga menegaskan bahwa status kepesertaan BPJS Kesehatan yang mereka gunakan tidak mengurangi kualitas layanan yang diterima. Tidak ada diskriminasi atau penundaan tindakan, seluruh prosedur dilakukan secara profesional dan memanusiakan pasien.

“Kami sekeluarga sangat puas, meskipun pasien BPJS pelayanannya terbaik dan sigap. Semoga ke depannya Puskesmas Kamoning Sampang semakin maju,” pungkas Budiyono menutup keterangannya.

Penulis: Saiful Bahri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

↑ Top