SURABAYA – Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) kembali mengintensifkan pemeliharaan infrastruktur pengendali banjir di wilayah utara. Pada Rabu, 7 Januari 2026, operasi normalisasi saluran air mulai dilaksanakan di wilayah RW 02, Kelurahan Wonokusumo, Kecamatan Semampir. Kegiatan fisik ini difokuskan pada pengangkatan sedimentasi di titik krusia yang berbatasan langsung dengan Markas Komando Rayon Militer (Koramil) Semampir.
Pelaksanaan proyek di wilayah administratif yang dipimpin oleh Lurah H. M. Djauhari, S.Sos., M.Si. ini berjalan dengan koordinasi yang ketat. Pihak kelurahan memberikan atensi penuh terhadap kegiatan tersebut guna memastikan permasalahan genangan yang kerap dikeluhkan warga dapat segera teratasi. Sinergi antara organisasi perangkat daerah (OPD) teknis dan pemangku wilayah menjadi kunci kelancaran pengerjaan di lapangan.
Dalam pelaksanaannya, pihak Kelurahan Wonokusumo turut hadir memantau kondisi lapangan. Perwakilan kelurahan, Bapak Hotib, tampak berada di lokasi untuk melakukan fungsi pengawasan dan koordinasi. Kehadiran representasi staf dari jajaran Lurah H. M. Djauhari ini bertujuan memastikan sinkronisasi antara operator alat berat DSDABM dengan kondisi lingkungan warga di sekitar area pengerjaan.
Secara teknis, DSDABM menerjunkan satu unit alat berat ekskavator (backhoe) bermerek Hyundai serta armada dump truck bernomor lambung 65. Alat berat tersebut beroperasi mengeruk lumpur pekat dan sampah di persimpangan Jalan Tegal IV, tepat di area tugu penanda “Batas Santri”. Pengerukan ini dinilai mendesak untuk mengembalikan kapasitas tampung saluran tersier yang mengalami pendangkalan.
Kegiatan normalisasi ini merupakan bentuk implementasi dari kewajiban pemerintah daerah dalam pengelolaan drainase perkotaan. Mengacu pada regulasi yang berlaku, pemeliharaan berkala terhadap saluran air wajib dilakukan untuk menjamin kelancaran aliran air hujan menuju pembuangan akhir, serta meminimalisir dampak risiko kesehatan lingkungan bagi masyarakat sekitar.
Proses pengerjaan yang menggunakan sebagian badan jalan di Jalan Tegal IV ini berdampak pada penyempitan akses lalu lintas sementara. Manuver alat berat dan aktivitas pengangkutan material sedimen mengharuskan pengguna jalan untuk lebih waspada. Masyarakat diimbau untuk mengurangi kecepatan atau mencari jalur alternatif selama proses pengerjaan berlangsung.
Melalui normalisasi saluran di bawah monitoring jajaran Kelurahan Wonokusumo ini, diharapkan fungsi infrastruktur drainase di RW 02 dapat kembali optimal. Upaya ini menjadi langkah konkret dalam memberikan rasa aman dan kenyamanan bagi warga Kecamatan Semampir dalam menghadapi puncak musim penghujan.
![]()






