SURABAYA – Cuaca panas diprakirakan masih menyelimuti Kota Surabaya hingga akhir Oktober 2026. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat, suhu maksimum di sejumlah wilayah berpotensi mencapai 32–36 derajat Celsius.
Meski secara umum langit diprakirakan silih berganti antara berawan dan cerah, masyarakat diimbau untuk tetap waspada. Pemantauan informasi cuaca dan perlindungan kesehatan menjadi kunci utama menghadapi potensi perubahan kondisi atmosfer.
Suhu Bervariasi Antarkecamatan
Data BMKG menunjukkan variasi cuaca yang cukup signifikan antarkecamatan. Pada Sabtu (24/10/2026), Kecamatan Karang Pilang diprakirakan berada di kisaran 28–36 derajat Celsius, sementara Kecamatan Rungkut lebih rendah, yakni 29–33 derajat Celsius.
Memasuki 27–29 Oktober, suhu maksimum di beberapa wilayah diprakirakan sempat menurun. Namun, masyarakat tidak boleh lengah karena menjelang akhir bulan, suhu kembali berpotensi naik hingga 35 derajat Celsius.
BMKG juga mencatat adanya kondisi “udara kabur” di sejumlah kecamatan. Perlu dipahami bahwa istilah tersebut merupakan kategori cuaca dan tidak secara otomatis membuktikan adanya pencemaran udara, karena penilaian kualitas udara memerlukan data partikulat yang lebih kompleks.
Bahaya Panas bagi Kesehatan
Paparan panas berlebihan bukan sekadar membuat tidak nyaman, tetapi berpotensi memicu dehidrasi, kelelahan akibat panas, hingga sengatan panas (heatstroke). Risiko ini tidak hanya dipengaruhi suhu, tetapi juga kelembapan, radiasi matahari, dan durasi paparan.
Pekerja lapangan, anak-anak, lansia, dan orang dengan penyakit penyerta (komorbid) menjadi kelompok yang paling rentan. Kementerian Kesehatan mengingatkan pentingnya hidrasi dan perlindungan kulit.
Warga disarankan menerapkan langkah pencegahan berikut:
· Memperbanyak konsumsi air minum.
· Membatasi aktivitas fisik berat di luar ruangan saat matahari sedang terik.
· Menggunakan pelindung kulit dan pakaian yang ringan.
· Segera mencari tempat teduh untuk beristirahat secara berkala.
Jika muncul gejala seperti pusing berat, kelemahan ekstrem, kebingungan, atau penurunan kesadaran, segera lakukan pertolongan medis karena ini merupakan indikasi sengatan panas.
Musim Hujan Diprediksi Mundur
Cuaca terik ini juga berkaitan dengan prediksi BMKG bahwa awal musim hujan 2026/2027 akan mengalami kemunduran. Untuk wilayah Jawa Timur, sebagian besar zona diprakirakan baru memasuki musim hujan pada Desember 2026.
Meski demikian, mundurnya musim hujan bukan berarti tidak akan ada hujan sama sekali. Masyarakat tetap perlu waspada terhadap potensi hujan lokal, angin kencang, maupun genangan.
Warga diimbau membersihkan saluran air dari sampah dan menghindari genangan yang tidak diketahui kedalamannya. Bagi warga pesisir, pemantauan prakiraan pasang surut (rob) dari BMKG Maritim sangat dianjurkan, dengan tetap merujuk pada peringatan resmi.
Untuk situasi kedaruratan yang membutuhkan penanganan cepat, warga dapat menghubungi Command Center BPBD Kota Surabaya di nomor 112 yang beroperasi 24 jam.
Masyarakat diharapkan tidak hanya berpatokan pada perasaan terasa panas tetapi senantiasa merujuk pada data prakiraan harian resmi BMKG untuk merencanakan aktivitas harian dengan aman.






