Ditulis oleh: Redaksi Medi @Tabirlentera.Nusantara.com
Kuala Lumpur, 26 Oktober 2025—Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, yang memimpin KTT, menyambut hangat keanggotaan baru ini. Ia menegaskan, “Peranannya di sini melengkapi keluarga besar ASEAN, menegaskan kembali takdir bersama kita dan rasa kekerabatan regional yang mendalam.” Penerimaan Timor Leste ini menjadi salah satu pencapaian puncak dari kepemimpinan Malaysia di ASEAN tahun 2025.
Perdana Menteri Timor Leste, Xanana Gusmao, yang hadir dalam upacara penandatanganan deklarasi, menyatakan kebanggaan dan harapannya. “Ini bukan hanya mimpi yang terwujud, tetapi juga penegasan kuat atas perjalanan kita. Ini bukan akhir dari perjalanan kita. Ini adalah awal dari babak baru yang menginspirasi,” ujarnya.
Negara yang merdeka pada 2002 itu pertama kali mengajukan permohonan keanggotaannya pada 2011. Meski telah mendapatkan status pengamat pada 2022, jalan menuju keanggotaan penuh tidaklah mulus. Timor Leste masih menghadapi berbagai tantangan internal, seperti tingkat ketimpangan, malnutrisi, dan pengangguran yang tinggi, serta ketergantungan pada sektor minyak.
KTT ASEAN ke-47 yang berlangsung dari 26 hingga 28 Oktober ini juga menjadi momen peralihan kepemimpinan. Filipina bersiap menerima estafet kepemimpinan ASEAN dari Malaysia, yang akan resmi dilakukan dalam upacara serah terima pada 28 Oktober. Dengan bergabungnya Timor Leste, keluarga ASEAN semakin lengkap dan bersiap menuju masa depan regional yang lebih terintegrasi.
![]()




