BNN Jatim Temukan 15 Siswa SMP Positif Narkoba di Jalan Kunti, Surabaya

Temuan di kawasan yang dikenal sebagai 'kampung narkoba' ini memicu keprihatinan dan mendorong pendekatan rehabilitasi.

Surabaya – Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Timur mengungkap fakta memprihatinkan setelah melakukan tes urine terhadap 50 siswa SMP dan SMA di kawasan Jalan Kunti, Surabaya. Hasil pemeriksaan menunjukkan 15 siswa dinyatakan positif menggunakan narkotika, dengan seluruh kasus positif berasal dari kalangan pelajar Sekolah Menengah Pertama. Kawasan Jalan Kunti sendiri telah lama dikenal sebagai daerah rawan peredaran narkoba.

Kepala BNNP Jatim, Brigjen Pol. Budi Mulyanto, menegaskan bahwa pendekatan yang diambil lebih berfokus pada rehabilitasi daripada pemidanaan. “Mereka adalah korban yang harus kita selamatkan. Fokus kami adalah pada pemulihan dan pencegahan agar tidak terulang kembali,” ujar Budi dalam keterangan pers di kantornya.

Budi menjelaskan bahwa pihaknya telah menyusun strategi penanganan yang melibatkan empat komponen penting. Langkah-langkah tersebut mencakup rehabilitasi bagi siswa yang teridentifikasi positif, pendampingan intensif bagi orang tua, penjaminan keamanan lingkungan sekolah, serta penguatan peran masyarakat dalam pencegahan peredaran narkoba.

“Keempat komponen ini harus bekerja secara bersamaan untuk menyelamatkan generasi muda kita dari jerat narkoba,” tegas Budi. Ia juga mengingatkan bahwa dari 50 sampel yang diambil, 15 di antaranya terbukti sebagai pengguna aktif dengan mayoritas berada pada jenjang pendidikan SMP.

Temuan ini menjadi peringatan keras bagi semua pihak tentang kerentanan anak-anak usia sekolah terhadap bahaya narkoba. BNNP Jatim berkomitmen untuk terus melakukan upaya pencegahan dan penanganan secara komprehensif di kawasan yang dinilai rawan. (Bg)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

↑ Top