GRESIK – Genangan air banjir di Desa Pranti, Kecamatan Menganti, Gresik, secara bertahap mulai surut per Kamis (20 November 2025), menyisakan cerita tentang kekompakan luar biasa antara warga dan perangkat desa dalam menghadapi musibah tersebut. Banjir yang dipicu hujan deras selama dua hari berturut-turut pada Minggu hingga Senin (16-17 November 2025) menyebabkan tanggul kecil (tangkis) di Dusun Glundung jebol dan menggenangi permukiman warga.
Respons cepat ditunjukkan Kepala Desa Pranti, P. Hardi, yang langsung memimpin proses perbaikan tanggul bersama warga begitu menerima laporan kerusakan. “Pak Kades peduli sekali. Selama dua hari, warga yang terdampak banjir mendapatkan nasi bungkus tiga kali sehari. Beliau juga menyiapkan perabot dapur agar warga bisa tetap memasak,” tutur Purwadi, salah satu warga Dusun Glundung, menggambarkan kepedulian pemimpin desanya.

Tidak hanya pemerintah desa, keterlibatan instansi teknis juga turut mendukung penanganan darurat. Tim dari Dinas Pekerjaan Umum telah melakukan survei lokasi jebolnya tanggul, sementara bantuan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Sosial telah diterima warga berupa makanan siap saji dan berbagai kebutuhan pokok.
Hingga update terakhir Jumat (21 November 2025), proses pemulihan pasca-banjir masih terus berlangsung. Meski genangan di permukiman warga telah surut, perhatian kini beralih kepada pembersihan lingkungan dari lumpur dan kotoran yang ditinggalkan banjir. Kondisi ini memerlukan kesabaran dan ketelatenan bersama agar lingkungan dapat pulih sepenuhnya.
Berdasarkan pantauan di lapangan, tanggul yang sebelumnya jebol telah berhasil diperbaiki melalui kerja bakti warga dan perangkat desa. Material tambahan untuk memperkuat struktur tanggul也已 disediakan oleh Dinas PUPR untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang.
“Akibat hujan deras selama dua hari, tanggul Dusun Glundung jebol dan air masuk ke perkampungan. Tapi Alhamdulillah, warga dan perangkat desa kompak turun ke lapangan bersama Pak Kades,” tambah Purwadi menceritakan semangat kebersamaan yang terjalin di antara masyarakat.
Kekompakan warga Desa Pranti terbukti menjadi modal sosial yang sangat berharga dalam menghadapi bencana. Seluruh unsur masyarakat, mulai dari pemuda, perangkat desa, hingga tokoh masyarakat, bergerak bersama tanpa menunggu instruksi berulang untuk memperbaiki tanggul yang jebol agar banjir tidak semakin meluas.
Sementara itu, menurut informasi dari BPBD Gresik, beberapa wilayah lain di kabupaten ini juga masih mengalami dampak banjir hingga Jumat (21 November 2025). Wilayah terdampak meliputi Kecamatan Balongpanggang, Cerme, dan Benjeng akibat luapan Kali Lamong. Di Desa Sedapurklagen, Kecamatan Benjeng, dilaporkan sekitar 120 rumah terendam dengan genangan mencapai 80 cm di beberapa titik.

Hingga berita ini diturunkan, Kepala Desa Pranti P. Hardi belum bisa memberikan keterangan resmi kepada media karena masih fokus mendampingi warga dalam penanganan darurat dan proses pemulihan pasca-banjir. Komitmennya untuk tetap berada di lapangan bersama warga ini semakin memperkuat hubungan kemitraan antara pemerintah desa dan masyarakat.
Semangat gotong royong yang ditunjukkan warga Desa Pranti menjadi bukti nyata kuatnya kemitraan antara pemerintah desa dan masyarakat dalam menghadapi bencana. Pelajaran berharga dari peristiwa ini diharapkan dapat menginspirasi komunitas lain dalam membangun ketahanan menghadapi tantangan serupa di masa depan, terutama menyambut puncak musim hujan yang diprediksi terjadi pada Desember 2025 hingga Januari 2026.






