Rotasi Besar-Besaran di Jatim: 580 Pejabat Eselon III dan IV Dilantik, Menjawab Gelombang Pensiun 2.836 ASN

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melantik 580 pejabat administrator dan pengawas dalam upaya penyegaran birokrasi dan mengantisipasi dampak massif pensiun ASN.

Gubernur Khofifah Indar Parawansa (berkerudung abu-abu di tengah depan) berjalan menyalami barisan ratusan pejabat Eselon III dan IV yang baru dilantik. Para pejabat mengenakan seragam hitam berbaris rapi di dalam aula besar Gedung Negara Grahadi yang dihiasi tirai merah putih.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (tengah) menyalami para pejabat administrator dan pengawas usai melantik 580 ASN di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (21/11/2025). Pelantikan ini merupakan bagian dari rotasi besar-besaran untuk mengisi jabatan kosong akibat pensiunnya 2.836 ASN di lingkungan Pemprov Jatim.

Surabaya — Sebanyak 580 pejabat Eselon III (Jabatan Administrator) dan Eselon IV (Jabatan Pengawas) resmi dilantik Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (21/11/2025). Pelantikan massal ini menjadi langkah strategis menjawab tantangan regenerasi dengan adanya 2.836 Aparatur Sipil Negara (ASN) yang memasuki masa purna tugas pada tahun ini.

“Prosesnya bertahap. Dari 580 orang ini, tidak semuanya izinnya keluar bersamaan. Kita tunggu sampai lengkap baru kita lakukan pelantikan,” jelas Khofifah usla acara. Ia menekankan pentingnya kecepatan adaptasi dengan menginstruksikan para pejabat baru untuk segera bekerja menuntaskan program prioritas yang telah dianggarkan pada sisa tahun 2025. “Pesan saya, kerja cepat,” tegasnya.

Dari sisi manajemen SDM pemerintah, langkah ini disebut sebagai upaya krusial untuk menjaga stabilitas dan kinerja birokrasi. Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jatim, Indah Wahyuni, mengonfirmasi bahwa jumlah ASN yang pensiun mencapai 2.836 orang. “Pengisian untuk jabatan administrator dan pengawas cukup banyak. Ibu Gubernur menunggu proses selama 6 bulan sebelum melakukan rotasi ini,” ujarnya, menyoroti pentingnya perencanaan yang matang dalam proses mutasi dan regenerasi.

Ahli SDM pemerintahan yang tidak ingin disebutkan namanya menyebutkan, rotasi dalam skala sebesar ini, selain untuk mengisi kekosongan, berfungsi sebagai shock therapy positif untuk mencegah kejenuhan dan menciptakan dinamika kerja baru di lingkungan birokrasi. Dengan jumlah pensiun yang masif, penyegaran melalui rotasi menjadi suatu keharusan untuk memastikan institutional memory tetap terjaga.

Proses regenerasi ini belum berakhir. Pemerintah Provinsi Jatim telah mempersiapkan tahap selanjutnya, yakni pengisian lowongan strategis di tingkat pimpinan yang lebih tinggi. “Ke depan, kita akan menata kinerja dan menyiapkan pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama atau Eselon II,” tambah Indah. Saat ini, tercatat enam jabatan Eselon II yang masih dalam proses pengisian, termasuk tiga asisten sekda dan kepala dinas strategis seperti Lingkungan Hidup dan Pekerjaan Umum Sumber Daya Air. Rencananya, open bidding untuk posisi eselon II akan digelar pada Desember 2025, menyempurnakan transformasi kepemimpinan di tubuh pemerintahan Jatim.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

↑ Top