Tabir Lentera Nusantara Apresiasi Keberhasilan Gagalkan Dua Upaya Penyelundupan Diduga Sabu

SURABAYA – Apresiasi sangat luar biasa patut diberikan kepada jajaran Rutan Kelas I Surabaya yang dalam waktu tiga hari berhasil menggagalkan dua upaya yang diduga sebagai penyelundupan barang terlarang dugaan narkotika jenis sabu.

Pemimpin Redaksi Media Tabir Lentera Nusantara, Bagus Prihatin secara terbuka menyatakan dukungan penuh atas dedikasi dan integritas tinggi jajaran petugas dalam menjaga keamanan internal serta membentengi para warga binaan pada Rabu (9/9/2026)

Keberhasilan beruntun ini dinilai membuktikan bahwa sistem pencegahan di Rutan Kelas I Surabaya berjalan dengan sangat ketat dan profesional. Komitmen kuat dari seluruh jajaran petugas rutan menjadi benteng pertahanan yang solid dalam mengantisipasi masuknya barang-barang terlarang yang tidak sesuai dengan ketentuan hukum.

Aksi penggagalan pertama terjadi pada Senin (7/9), ketika petugas yang berjaga di bagian layanan barang mencurigai sebuah kiriman makanan. Setelah dilakukan pemeriksaan secara detail sesuai prosedur, petugas menemukan barang yang diduga narkoba jenis sabu di dalam masakan bali.” Ujarnya

Lebih lanjut, Kewaspadaan tinggi petugas kembali membuahkan hasil pada Rabu (9/9), saat pemeriksaan barang bawaan kembali diperketat. Petugas rutan berhasil mengendus modus lain yang diduga dilakukan oleh oknum luar untuk mengelabui pengawasan ketat di pintu masuk.

Pada peristiwa kedua ini, materi yang ditengarai sebagai dugaan narkotika jenis sabu ditemukan tersembunyi di dalam wadah kerupuk. Kecermatan petugas dalam memeriksa setiap bawaan pengunjung berhasil mematahkan upaya tersebut sebelum barang yang bersangkutan berpindah tangan kepada warga binaan.

Atas capaian tersebut, Bagus menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada manajemen rutan. Ucapan terima kasih dan dukungan moral ini ditujukan langsung kepada Kepala Rutan Kelas I Surabaya, Tristiantoro Adi Wibowo.” Terangnya

Dan ia menambahkan, Apresiasi mendalam juga kepada Andra Naftali Gustaf Vano beserta seluruh jajaran petugas. Mereka dinilai telah menunjukkan performa kerja yang optimal demi memastikan lingkungan rutan tetap kondusif dan bersih dari indikasi peredaran zat psikotropika.

Langkah responsif dan ketegasan yang ditunjukkan oleh institusi ini di bawah kepemimpinan Tristiantoro Adi Wibowo dianggap sebagai preseden positif dalam penegakan disiplin. Dan ia juga menegaskan komitmennya untuk mendukung penuh setiap kebijakan preventif yang diambil oleh pihak Rutan Surabaya.

Upaya penggagalan ini adalah tindakan tegas petugas rutan secara langsung ikut berpartisipasi dalam menjaga masa depan para tahanan dari potensi penyalahgunaan zat berbahaya.” Tegasnya.

Melalui keberhasilan ini, Rutan Kelas I Surabaya dinilai memperkokoh posisinya sebagai institusi pemasyarakatan yang berkomitmen tinggi dalam melakukan pengawasan. Sinergi antara ketelitian personel dan kepemimpinan yang tegas diharapkan terus konsisten demi menjaga integritas sistem hukum.

Penulis: FiqEditor: Taufiq

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

↑ Top