SURABAYA — Proyek drainase besar sedang berjalan di kawasan Penjaringan Sari, Surabaya Timur. Saluran Avoor Wonorejo digarap menggunakan metode Corrugated Concrete Sheet Pile (CCSP), teknologi beton prategang bergelombang yang ditancapkan saling mengunci untuk memperkuat dinding saluran.
Paketnya tercatat di DSDABM Kota Surabaya dengan nama panjang: Pembangunan Saluran CCSP W-450 Tinggi 13 Meter Dua Sisi, Saluran Avoor Wonorejo Sisi Sarono Jiwo sampai PA Wonorejo 1. Dari data tender, pagu anggarannya Rp75,89 miliar, bersumber dari APBD Kota Surabaya. Angka itu pagu pengadaan, bukan nilai kontrak final atau uang yang sudah dibelanjakan.
Idenya jelas: memperkuat sistem drainase di wilayah timur yang selama ini jadi langganan genangan. Tapi seperti proyek infrastruktur lain, hasil akhirnya baru bisa dinilai setelah semuanya selesai. Apakah salurannya benar-benar mengalir lancar sampai hilir, atau hanya menambah beton tanpa menyelesaikan akar masalah.
Bukan Sekadar Tancap Beton

CCSP bukan material sembarangan. Elemen beton ini dirancang untuk menahan tanah, dipakai ketika ruang kerja sempit atau ada jalan dan permukiman di sekitarnya. Spesifikasi yang tercantum di data pengadaan adalah CCSP tipe W-450, panjang 13 meter, dua sisi saluran.
Tapi panjang 13 meter itu bukan berarti galiannya sedalam itu. Semua tergantung gambar kerja, elevasi dasar saluran, catatan pemancangan, dan hasil pemeriksaan di lapangan. Yang jelas, pekerjaan ini butuh pengawasan ketat: mutu material, posisi sambungan, dan kondisi tanah sekitar harus dipantau. Kalau tidak, yang dikorbankan bisa jalan, bangunan, atau jaringan utilitas di sekitarnya.
Akses Warga Jadi Taruhan
Informasi awal menyebut pekerjaan berlangsung 12 Agustus hingga 31 Oktober 2026, dengan aktivitas sekitar pukul 07.00–18.00 WIB. Jadwal dan cakupan penutupan akses masih perlu dicocokkan dengan pengumuman resmi.
Yang pasti, kalau alat berat dan pemancangan masuk, lalu lintas pasti terganggu. Warga butuh kejelasan: ruas mana yang ditutup, jalur alternatifnya ke mana, dan bagaimana akses ke rumah atau tempat usaha. Rambu peringatan, pembatas galian, penerangan di titik rawan, dan jalur aman buat pejalan kaki bukan pelengkap. Akses kendaraan darurat juga harus dipikirkan.
Proyek boleh dikebut, tapi keselamatan warga jangan jadi korban.
Pipa PDAM yang Dikabarkan Bocor
Ada satu lagi yang bikin warga resah: kabar soal pipa PDAM bocor di sekitar koridor Penjaringan Sari. Kalau benar, gangguan air bersih langsung terasa di rumah tangga dan usaha.
Tapi jangan buru-buru menyalahkan pemancangan. Hubungan sebab-akibat antara getaran proyek dan kerusakan pipa belum bisa dipastikan tanpa pemeriksaan teknis. Bisa saja pipanya sudah tua, sambungannya lemah, atau ada faktor lain.
DSDABM dan PAM Surya Sembada perlu buka-bukaan: kapan kejadiannya, di mana posisi pipa terhadap titik pemancangan, berapa pelanggan yang terdampak, dan kapan layanannya pulih. Warga berhak tahu, bukan cuma dikasih janji.
Saluran Bagus Belum Tentu Berfungsi
Membangun drainase itu mudah dilihat dari panjang beton yang terpasang. Tapi ukuran sebenarnya bukan itu. Saluran baru disebut berhasil kalau air benar-benar mengalir lancar.
Elevasi dasar, kemiringan, kapasitas tampung, sambungan dengan saluran lama, dan kelancaran aliran ke pembuangan di hilir harus diperiksa. Titik penyempitan, sedimentasi, dan hambatan di saluran yang terhubung juga jangan diabaikan.
Kalau semua itu beres, barulah proyek ini bisa disebut menyelesaikan masalah. Kalau tidak, saluran baru cuma jadi monumen beton yang tidak banyak berguna saat hujan deras.
Siapa Mengawasi Siapa?
DSDABM bertanggung jawab memastikan pekerjaan sesuai spesifikasi. Kontraktor wajib mengikuti dokumen kontrak. Konsultan pengawas memeriksa dan memantau. Koordinasi dengan pengelola utilitas dan instansi lalu lintas juga penting, apalagi karena pekerjaan bersinggungan dengan pipa air, jalan, dan aktivitas warga.
Pengawasan bukan buat memperlambat. Justru dengan pengawasan yang konsisten, masalah bisa dicegah sejak awal, kualitas terjaga, dan uang rakyat tidak sia-sia.
Bagi warga Penjaringan Sari, harapannya sederhana: proyek selesai dengan aman, akses tetap bisa dilewati, gangguan air ditangani serius, dan saluran yang dibangun benar-benar berfungsi. Bukan cuma bagus di foto, tapi juga berguna saat dibutuhkan.
Catatan redaksi: Nilai Rp75,89 miliar adalah pagu pengadaan. Jadwal penutupan akses, dugaan kebocoran pipa PDAM, dan hubungan antara gangguan utilitas dan pemancangan masih menunggu konfirmasi instansi terkait. Redaksi membuka ruang klarifikasi bagi DSDABM Kota Surabaya, PAM Surya Sembada, kontraktor, dan konsultan pengawas.






