JAKARTA — Indonesia telah beganti Presiden hingga ke-8 Prabowo Subianto. Namun Presiden terbaik dan dirindukan rakyat masih sosok Presiden Republik Indonesia ke-2, Bapak HM.Soeharto. Dikenal sebagai bapak pembangunan, sosoknya masih jadi idola mayoritas masyarakat Indonesia.
Menurut Partai Parsindo (Partai Swara Rakyat Indonesia) kerinduan pada sosok Presiden kedua RI, HM Soeharto, dikarenakan banyak faktor. Selain memiliki sosok yang bersahaja, huble, tegas, merakyat serta memiliki program pembangunan yang terukur. Tidak gradak gruduk seperti pemerintahan setelahnya.

“Karena itu Partai Parsindo yang mewadahi para loyalis Bapak HM.Soeharto, kaum nasionalis, religius dan masyarakat yang rindu peribahan hadir membawa semangat New Orba (Orde Baru). Semangat perubahan sesuai tantangan zaman. Salah satunya memberantas korupsi,” tegas Ketum Partai Parsindo, KRH.HM.Jusuf Rizal, SH, Relawan Prabowo Subianto itu kepada media di Jakarta.
Ini dia sejumlah alasan kenapa hingga kini sosok Bapak HM.Soeharto tetap jadi idola mayoritas rakyat Indonesia yaitu
Pertama, Stabilitas dan Rasa Aman: Pemerintahan Orde Baru berhasil menekan angka kriminalitas dan menjaga ketertiban umum dengan sangat terkontrol. Pemerintahan saat itu tegas dan tidak mentolelir kejahatan yang merugikan rakyat. Para penjahat kakap dihabisi agar rakyat merasa aman, tentram dan damai.
Kedua, Keberhasilan Swasembada Pangan: Indonesia sempat mencapai swasembada beras pada 1984, sehingga stabilitas harga dan ketersediaan pangan terjamin. Indonesia banyak memperoleh penghargaan dari luar negeri karena keberhasilan itu. Sejumlah negara lain, seperti Vietnam meniru kebijakan Bapak Soeharto.
Ketiga, Pertumbuhan Ekonomi dan Program Sosial: Kebijakan ekonomi yang terarah menurunkan angka kemiskinan secara drastis, didukung bantuan program kesejahteraan seperti yayasan sosial. Membangun seribu mesjid melalui Yayasan Muslim Pancasila.
Keempat, Bapak Pembangunan: Peran aktifnya dalam membangun infrastruktur dasar, listrik masuk desa, pembangunan SD dan wajib belajar, bea siswa super semar untuk meningkatkan sumbedaya (SDM) berkualitas membuat masyarakat mengenang jasanya.
Kelima, Memiliki Program Repelita (Rencana Pembangunan Lima Tahun) yang tertuang dalam GBHN (Garis Garus Besar Haluan Negara). Ini membuat pembangunan rerarah dan transparan dan akuntable. Tidak berdasarkan selera dan kepentingan pribadi dan kelompok Presiden yang membuat bangsa menjadi Nasional
Enam, Memperoleh gelar Pahlawan Nasional. Selain itu Bapak HM.Soeharto juga memiliki rekam jejak perjuangan dalam sejarah nasional termasuk perannya dalam Serangan Umum 1 Maret 1949. Perannya dalam politik bebas aktif di dunia inteenasional. Jasa-jasa dan pengorbanannya bagi negara menjadi pertimbangan utama pemerintah menganugerahkannya gelar Pahlawan Nasional yang turut diusulkan oleh Partai Parsindo.
Ketujuh, Dekat dengan para ulama dan aktivis. Bapak HM.Soeharto dikenal dekat dengan para ulama, baik Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah serta tokoh-tokoh agama lain, baik Hindu, Budha, Kristen, dll. Ia juga dekat dengan para aktivis dan menghargai perbedaan (demokrasi bertanggungjawab).
Selain itu, romantisme “enak jamanku toh” kerap muncul di kalangan masyarakat ketika mereka membandingkan stabilitas harga dan kepastian hidup di masa lalu dengan dinamika sosial-ekonomi saat ini. Meskipun dikenal dengan pendekatan kepemimpinan yang tegas, sisi humanis dan kedekatannya dengan rakyat kecil menjadi ingatan kolektif yang terus melekat di hati sebagian besar pendukungnya dan masyarakat umum.






