Atap Rumah di Kupang Krajan Surabaya Ambruk, Dua Balita Mengalami Luka

BPBD Surabaya menyatakan bangunan tidak layak huni dan menyalurkan bantuan darurat; perbaikan rumah diusulkan melalui program Rutilahu.

Puing atap rumah ambruk Surabaya berserakan di kamar tidur
Kondisi bagian dalam rumah warga setelah atap rumah ambruk Surabaya

DITULIS PADA: Selasa, 13 Januari 2026

Surabaya — Atap sebuah rumah di Jalan Kupang Krajan, Kecamatan Sawahan, Kota Surabaya, ambruk pada Selasa (13/1/2026) pagi, mengakibatkan dua balita mengalami luka lecet. Peristiwa tersebut terjadi di bagian kamar tidur rumah yang dihuni dua kartu keluarga dengan total tujuh jiwa dan langsung ditangani oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya.

Petugas BPBD yang menerima laporan segera melakukan pengecekan di lokasi kejadian. Dari hasil pemeriksaan awal, kondisi bangunan dinyatakan tidak aman karena berpotensi mengalami runtuhan susulan.

Dua balita yang menjadi korban masing-masing berinisial MFH dan MARH. Keduanya mengalami luka lecet di bagian bahu dan lengan serta mendapatkan penanganan awal dari petugas BPBD di lokasi kejadian.

“Untuk rumah sudah tidak bisa ditempati. Sementara keluarga tersebut tinggal di rumah saudaranya,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Surabaya, Linda Novanti, Selasa (13/1/2026).

Linda menjelaskan, hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi atap bangunan sudah tidak layak, sehingga penghuni diminta menjauh dari area rumah guna mengantisipasi potensi runtuhan lanjutan.

BPBD Kota Surabaya juga menyalurkan bantuan kebutuhan dasar kepada keluarga terdampak. Bantuan tersebut meliputi makanan siap saji, kasur, selimut, terpal, pakaian anak, serta paket perlengkapan kebersihan.

Selain penyaluran bantuan, petugas memberikan imbauan kepada penghuni agar tidak mendekati bangunan sampai dinyatakan aman oleh pihak berwenang.

BPBD menyampaikan bahwa pengajuan perbaikan rumah melalui program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) saat ini sedang diproses oleh pihak Kelurahan Sawahan.

Program Rutilahu merupakan skema bantuan pemerintah untuk perbaikan rumah yang dinilai tidak layak huni, dengan mekanisme pendataan dan verifikasi yang dilakukan oleh pemerintah daerah melalui kelurahan dan instansi terkait.

Akibat kejadian tersebut, seluruh penghuni rumah untuk sementara waktu mengungsi ke kediaman kerabat demi menjaga keselamatan keluarga, terutama anak-anak.

Hingga Selasa siang, lokasi kejadian masih dalam pengawasan petugas. Penanganan difokuskan pada keselamatan penghuni serta percepatan proses tindak lanjut perbaikan rumah sesuai mekanisme yang berlaku.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

↑ Top