Wajah Surabaya di Akhir Pekan Dikejar Proyek Banjir Dihantui Isu Sosial dan Didera Macet Transportasi

Laporan Terkini dari Kota Pahlawan

SURABAYA – Minggu, 26 Oktober 2025, menjadi hari penuh dinamika bagi warga dan Pemerintah Kota Surabaya. Kesibukan terasa di berbagai sudut kota mulai dari deru mesin proyek anti-banjir yang bekerja tanpa henti, hingga langkah tegas pemerintah memperketat pengawasan sosial pasca-terungkapnya kasus asusila. Di saat yang sama, warga yang hendak bepergian harus menghadapi kenyataan pahit akibat jadwal kereta api yang berantakan, melengkapi potret kompleksitas kota metropolitan di akhir pekan ini.

Pemerintah Kota Surabaya terlihat berpacu dengan waktu. Menjelang puncak musim hujan, pengerjaan saluran air dan rumah pompa digenjot selama 24 jam non-stop dengan target ambisius rampung pada November 2025. Wali Kota Eri Cahyadi secara terbuka meminta maaf atas gangguan seperti debu dan kebisingan yang dirasakan warga, seraya menegaskan bahwa pengorbanan ini adalah investasi demi masa depan Surabaya yang bebas genangan. Upaya tersebut juga disertai strategi baru: penanganan banjir kini dibagi per wilayah untuk memecah konsentrasi air dan mempercepat respons lapangan.

Di tengah padatnya proyek fisik, fokus pemerintah juga tertuju pada isu sosial. Buntut dari penggerebekan Siwalan Party beberapa waktu lalu, pengawasan kini diperketat tidak hanya di hotel, tetapi juga merambah ke apartemen dan tempat wisata. Wali Kota Eri Cahyadi mengajak warga untuk lebih peka dan tidak bersikap acuh, serta berani melapor jika menemukan aktivitas mencurigakan yang melanggar norma.

Sementara itu, aparat penegak hukum terus menelusuri kasus pesta gay yang menghebohkan publik. Penyelidikan mengungkap adanya jaringan digital terorganisir yang merekrut peserta melalui grup WhatsApp dan media sosial X, bahkan menjangkau luar kota. Sebanyak 34 pria telah ditetapkan sebagai tersangka dengan peran dan ancaman hukuman yang berbeda, mulai dari pendana hingga peserta. Selain kasus tersebut, laporan kriminalitas harian juga mencatat berbagai insiden  mulai dari kekerasan antarwarga karena masalah sepele hingga pembobolan brankas oleh mantan karyawan yang dendam.

Meski demikian, kegiatan sosial dan program kemasyarakatan tetap berjalan. Pendampingan relokasi warga Kalianak ke Rusun Romokalisari dilakukan secara humanis sebagai bagian dari proyek normalisasi sungai. Di sisi lain, Taman Bungkul hari ini menjadi tuan rumah acara sosialisasi hak atas informasi publik yang dihadiri puluhan warga dan komunitas.

Namun, tantangan bagi warga belum berakhir. Sektor transportasi mengalami gangguan serius. Anjloknya KA Purwojaya di Jawa Barat kemarin berdampak besar pada jadwal kereta jarak jauh menuju Surabaya, menyebabkan keterlambatan hingga berjam-jam. KA Pandalungan, misalnya, tiba terlambat lima jam dari jadwal seharusnya. PT KAI Daop 8 Surabaya pun telah menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan ini. Seolah belum cukup, kabar kurang baik juga datang dari sektor transportasi publik: layanan Bus Trans Jatim terancam berhenti beroperasi tahun depan akibat pemotongan dana dari pusat  sebuah potensi masalah baru bagi mobilitas warga di kawasan Surabaya Raya.

Reporter ( Tim Red )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

↑ Top