[DITULIS PADA: 3 Januari 2026]
SURABAYA – Taman Hiburan Pantai (THP) Kenjeran di Surabaya mencatatkan lonjakan kunjungan signifikan pada awal tahun 2026 dengan total 5.364 wisatawan pada Kamis (1/1/2026). Keramaian ini tidak hanya didorong oleh momen liburan, tetapi juga transformasi konsep pengelolaan yang kini mengedepankan nilai edukasi atau eduwisata, yang baru saja menjadi sorotan dalam program berita nasional CNN Indonesia pada Sabtu (3/1/2026).
Fakta mengenai daya tarik baru ini terungkap dalam dialog media yang menghadirkan Al Azhar Pratama sebagai narasumber. Dalam kesempatan tersebut, dibahas secara mendalam bagaimana THP Kenjeran mengintegrasikan pendidikan informal, khususnya terkait lingkungan pantai, ke dalam aktivitas wisata konvensional yang selama ini dikenal masyarakat.
Menurut data yang dihimpun, antusiasme masyarakat terhadap model wisata ini sangat tinggi. Ribuan pengunjung yang memadati lokasi sejak pagi hari membuktikan bahwa masyarakat membutuhkan ruang rekreasi yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan nilai tambah berupa wawasan bagi keluarga dan anak-anak.
Daya tarik utama destinasi ini tetap terletak pada keterjangkauan harga di tengah situasi ekonomi saat ini. Pengunjung bernama Satria, misalnya, mengaku puas karena hanya dengan Rp 10.000 sudah bisa mendapatkan layangan lengkap dengan benangnya untuk bermain di tepi pantai.
Hal senada diungkapkan pengunjung lain, Yulanda, yang menilai harga tiket masuk sebesar Rp 15.000 serta harga kuliner di area tersebut masih sangat wajar. Stabilitas harga ini menjadi faktor kunci yang membuat THP Kenjeran tetap menjadi primadona wisata rakyat di Surabaya Utara.
Dalam konteks pengelolaan ruang publik, pengembangan destinasi wisata yang aman dan edukatif sejatinya telah diatur dalam prinsip-prinsip penyelenggaraan kepariwisataan. Berdasarkan aturan umum yang berlaku, pengelola destinasi wisata berkewajiban memberikan jaminan perlindungan, kenyamanan, serta edukasi pelestarian alam kepada wisatawan sebagai bagian dari standar pelayanan.
Penerapan prinsip keberlanjutan ini mendapat apresiasi karena berdampak langsung pada sektor ekonomi mikro. Para pedagang di sekitar kawasan pantai merasakan peningkatan omzet yang signifikan seiring dengan membludaknya jumlah wisatawan pada periode libur awal tahun ini.
Guna memastikan keamanan ribuan pengunjung, aparat kepolisian menerapkan pengamanan terpadu. Kapolsek Kenjeran, Kompol Yuyus Andriastanto, melalui Kasi Humas Iptu Suroto, menegaskan bahwa pihaknya telah menyiagakan personel gabungan untuk mengantisipasi gangguan ketertiban umum.
“Patroli kami lakukan secara intensif untuk menciptakan rasa aman dan nyaman bagi wisatawan, sehingga mereka dapat menikmati liburan dengan baik bersama keluarga,” ujar Iptu Suroto dalam keterangannya terkait situasi di lokasi.
Sinergi pengamanan ini melibatkan berbagai instansi terkait, mulai dari unsur TNI, Polri, Polairud, Satpol PP, hingga Dinas Perhubungan (Dishub). Kolaborasi ini dinilai efektif dalam mengurai kepadatan arus lalu lintas maupun menjaga situasi kondusif di dalam area wisata.

Sorotan positif dari media nasional seperti CNN Indonesia pada hari ini, Sabtu (3/1/2026), semakin memperkuat posisi THP Kenjeran sebagai destinasi percontohan. Transformasi ini menunjukkan bahwa wisata rakyat mampu naik kelas melalui inovasi program tanpa harus membebani masyarakat dengan biaya tinggi.
Pencapaian jumlah pengunjung di awal tahun 2026 ini menjadi indikator awal keberhasilan konsep eduwisata tersebut. Ke depan, model integrasi antara hiburan, ekonomi rakyat, dan edukasi lingkungan ini diharapkan dapat terus dipertahankan secara konsisten oleh pihak pengelola.
Redaksi tabirlenteranusantara.com mencatat, fenomena ini menjadi angin segar bagi pariwisata lokal Surabaya. Kehadiran ruang publik yang inklusif dan mendidik sangat dibutuhkan untuk mendukung kualitas hidup masyarakat perkotaan.






