Surabaya – Sentral Wisata Kuliner (SWK) Bratang RMI, yang dikenal sebagai salah satu pusat kuliner legendaris di Kota Surabaya, kini mulai kehilangan pesonanya. Tempat yang dulunya ramai dikunjungi warga lokal dan wisatawan ini, kini sepi pengunjung. Hal tersebut disampaikan oleh salah satu pedagang warkop yang akrab disapa Mba No , saat ditemui di lokasi, Jumat (17/10/2025).
Menurutnya, peran pemerintah kota dan Dinas Koperasi (DiskoprasI) sangat dibutuhkan untuk membangkitkan kembali gairah ekonomi para pelaku usaha kecil di kawasan tersebut.
“Dulu ramai sekali, tapi sekarang pengunjung bisa dihitung dengan jari. Kami berharap Pemkot dan DiskoprasI ikut andil memperbaiki fasilitas dan menata ulang area wisata kuliner ini,” ujar Mba No penuh harap.
Ia menambahkan, beberapa fasilitas di kawasan SWK Bratang RMI kini tampak memprihatinkan. Dari penerangan yang kurang memadai, hingga minimnya promosi dari pemerintah membuat tempat ini kalah bersaing dengan destinasi kuliner baru di Surabaya.
“Kalau ada perbaikan atau revisi desain tempatnya, pasti akan lebih menarik. Pengunjung datang lagi, dan otomatis pendapatan pedagang ikut meningkat,” lanjutnya.
SWK Bratang RMI sebenarnya memiliki potensi besar sebagai pusat wisata kuliner rakyat . Menu beragam khas, mulai dari soto, rawon, pecel, hingga aneka kopi, tersaji dengan harga terjangkau. Namun potensi tersebut perlu diimbangi dengan pengelolaan yang profesional, serta dukungan dari pihak pemerintah dan masyarakat sekitar.
Sejumlah pedagang berharap adanya program revitalisasi atau promosi digital agar SWK Bratang RMI bisa kembali menjadi salah satu destinasi favorit warga Surabaya. Mereka juga berharap Pemkot Surabaya dapat mengadakan event rutin seperti Festival Kuliner Lokal atau Bazaar UMKM untuk menarik minat pengunjung, terutama generasi muda.
Selain itu, kolaborasi antara DiskoprasI, Dinas Pariwisata, dan pelaku usaha kecil diharapkan dapat menciptakan konsep wisata kuliner yang modern tanpa menghilangkan nuansa tradisional.
“Kami para pedagang tidak hanya ingin berjualan, tapi juga ingin ikut menjaga dan membangun ikon kuliner rakyat Surabaya ini. Kalau tempatnya hidup, semua akan ikut maju,” tutup Mbak No dengan nada optimis.
Melalui kerja sama antara pemerintah dan masyarakat, Sentral Wisata Kuliner Bratang RMI diharapkan bisa kembali menjadi pusat kegiatan ekonomi, tempat nongkrong keluarga, sekaligus destinasi kuliner yang menyenangkan bagi warga Surabaya.
Editor; amiril
![]()






