Proyek Dakel Di JL Kedung Tarukan

Foto: aktivitas dakel Kedung Tarukan
aktivitas dakel Kedung Tarukan

PROYEK DI JL KEDUNG TARUKAN DIKELUHKAN WARGA: TANPA APD, TANPA PAPAN PROYEK, DAN GANGGU AKTIVITAS SEKITAR SEKOLAH PAUD

Surabaya—12 Agustus 2025 — Sebuah proyek pembangunan yang sedang berlangsung di kawasan  jalan Kedung Tarukan  mendapat sorotan dan keluhan dari warga sekitar. Proyek tersebut dinilai tidak memenuhi standar keselamatan dan ketertiban lingkungan, serta berpotensi membahayakan masyarakat, terutama anak-anak yang bersekolah di sekitar lokasi.

Menurut pantauan langsung warga di lokasi, proyek tersebut tidak menyediakan atau mewajibkan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) bagi para pekerjanya. Para pekerja terlihat melakukan aktivitas konstruksi tanpa helm keselamatan, rompi reflektif, sepatu pelindung, maupun perlengkapan standar lainnya yang biasa digunakan dalam proyek pembangunan. Kondisi ini tentu sangat mengkhawatirkan, karena selain membahayakan pekerja itu sendiri, juga bisa membahayakan masyarakat sekitar apabila terjadi kecelakaan kerja.

Lebih lanjut, proyek tersebut juga tidak dilengkapi dengan papan informasi proyek. Padahal, keberadaan papan proyek merupakan kewajiban dalam setiap pekerjaan konstruksi yang didanai oleh pemerintah maupun swasta, sebagai bentuk transparansi kepada publik. Tanpa papan proyek, warga tidak mengetahui secara jelas nama proyek, siapa pelaksananya, nilai anggaran, maupun jangka waktu pengerjaan.

Tak hanya itu, salah satu permasalahan terbesar yang dikeluhkan warga adalah penumpukan tanah galian di sekitar area proyek. Tanah tersebut tidak segera diangkut atau dirapikan, sehingga menumpuk di pinggir jalan dan mengganggu akses keluar-masuk warga. Bahkan, beberapa pengendara sepeda motor dilaporkan hampir mengalami kecelakaan karena jalan yang menjadi sempit dan licin akibat tanah yang berserakan.

Seorang warga bernama Mad, “mengungkapkan kekhawatirannya secara langsung kepada pihak pelaksana proyek. Ia menyoroti bahwa proyek ini berada sangat dekat dengan sebuah sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), sehingga membahayakan keselamatan anak-anak. “Ini kan dekat PAUD. Anak-anak lalu lalang, apalagi pagi hari. Tanah galian yang menumpuk itu rawan bikin anak-anak terpeleset. Ini harus segera ditindak,” ujar Mad.

Warga berharap pihak terkait, baik dari pelaksana proyek maupun instansi pemerintah setempat seperti kelurahan dan dinas pekerjaan umum, segera turun tangan untuk mengevaluasi dan menertibkan pelaksanaan proyek ini. Selain demi keselamatan masyarakat, hal ini juga penting agar proses pembangunan tidak menimbulkan keresahan dan ketidaknyamanan.

Reporter; lutfi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

↑ Top