Polda Jatim Rilis Penanganan 3.157 Kasus Narkotika pada Semester I 2026

Direktorat Reserse Narkoba Polda Jawa Timur mencatat 4.061 orang berstatus tersangka dalam penanganan kasus periode Januari hingga Juni 2026.

DITULIS PADA: 24 Juni 2026

 

SURABAYA – Tabirlenteranusantara.com — Ruang konferensi Polda Jawa Timur mendadak hening. Sorot lampu mengarah ke layar besar yang menampilkan potret-potret wajah muram para tersangka, lalu beringsut ke tumpukan barang bukti yang berkilat di bawah cahaya. Di hadapan puluhan wartawan, Direktur Reserse Narkoba Polda Jatim, Kombes Pol Muhammad Kurniawan, membuka tabir perang senyap yang berlangsung sepanjang enam bulan pertama 2026.

Dengan suara lantang dan raut wajah yang tak banyak berubah, ia memaparkan angka yang seketika menyedot perhatian: 3.157 kasus tindak pidana narkotika berhasil ditangani Polda Jatim bersama seluruh polres jajaran sejak Januari hingga Juni 2026. Dari ribuan perkara itu, polisi menetapkan 4.061 orang sebagai tersangka—sebuah jumlah yang menandakan betapa masifnya jaringan gelap yang dibongkar.

Layar di belakang Kombes Kurniawan berganti menampilkan tabulasi data. Kamera-kamera membidik detik-detik ketika ia menyebut rincian penyitaan. “Ini bukan sekadar angka. Setiap butir, setiap gram, dan setiap kilogram yang kami sita adalah nyawa yang berhasil diselamatkan,” tegasnya.

Deretan barang bukti yang dipajang di meja panjang seolah menguatkan ucapannya. Dari total pengungkapan, petugas menyita 85,66 kilogram sabu, 42.310 butir ekstasi, 18 kilogram ganja, serta ribuan pil koplo dan tembakau sintetis yang dikemas dalam bungkus warna-warni. Kamera menyorot close-up bungkusan-bungkusan itu: plastik bening, lakban cokelat, dan kode-kode rahasia yang biasa digunakan sindikat untuk mengelabui petugas.

Adegan dramatis mewarnai sejumlah pengungkapan besar. Di Sidoarjo, misalnya, tim opsnal menyamar sebagai kurir ekspedisi untuk menjebak bandar yang mengendalikan 10 kilogram sabu dari balik jeruji lapas. Di Surabaya barat, sebuah mobil mewah dihentikan di tengah hujan deras, dan dari dalam joknya polisi mengeluarkan 25 kilogram sabu yang disembunyikan dalam kompartemen rahasia. Semua potongan operasi itu digambarkan Kombes Kurniawan bak rangkaian film laga yang nyata.

“Sindikat terus bergerak dengan cara-cara baru, tetapi kami bergerak lebih cepat. Semester pertama ini hanyalah permulaan. Kami akan terus memburu hingga ke akar-akarnya,” ucapnya, disambut keheningan yang tiba-tiba pecah oleh suara rana kamera.

Di penghujung rilis, Kombes Kurniawan menatap kamera utama seolah menembus lensa dan berbicara langsung kepada publik. “Jawa Timur bukan tempat yang aman bagi bandar narkoba. Satu per satu akan kami lumpuhkan.” Layar di belakangnya kemudian menampilkan peta Jawa Timur dengan titik-titik merah yang berpendar di hampir seluruh kabupaten/kota, menandai lokasi pengungkapan. Peta itu bergerak, titik-titik merah perlahan menghilang satu per satu, menyisakan pesan tanpa suara: perang melawan narkoba belum usai.

 

Penulis: Edy/BgsEditor: MT.SARI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

↑ Top