Kebakaran Hebat Melanda Pemukiman Padat Karang Tembok Surabaya, Lantai Dua Rumah Ludes Terbakar

Insiden yang dipicu dugaan korsleting listrik di kawasan Semampir ini memicu respon cepat dari 12 unit pemadam kebakaran dan koordinasi lintas instansi.

Petugas pemadam kebakaran menyiagakan armada darurat di jalan utama dekat sebuah gedung hijau sementara asap hitam pekat membubung tinggi dari atap rumah warga di area pemukiman padat.
Sejumlah armada DPKP Surabaya dan unit taktis 112 disiagakan di sekitar lokasi kebakaran Jalan Karang Tembok untuk memadamkan api yang melahap lantai dua rumah warga. Kobaran api besar dan asap pekat sempat menyelimuti kawasan padat penduduk tersebut sebelum akhirnya berhasil dilokalisir oleh petugas gabungan.

Ditulis pada: Kamis, 18 Desember 2025

Surabaya — Peristiwa kebakaran hebat melanda sebuah rumah tinggal di Jalan Karang Tembok Gang IV Nomor 26, Kelurahan Pegirian, Kecamatan Semampir, Surabaya, pada Kamis pagi, 18 Desember 2025. Laporan darurat pertama kali diterima oleh Command Center 112 pada pukul 07:46 WIB dari seorang warga bernama Ibu De***. Objek yang terbakar merupakan bagian lantai dua dari bangunan permanen di tengah pemukiman padat penduduk dengan total 65 rumah yang berada di area terdampak.

Kronologi kejadian bermula saat api muncul di lantai dua bangunan dan dengan cepat membesar. Berdasarkan rekaman video di lokasi, api terlihat berkobar hebat di salah satu sudut ruangan yang sempit, melahap material bangunan serta perabotan hingga menyebabkan dinding menghitam akibat jelaga tebal. Kepulan asap hitam pekat membubung tinggi dari atap bangunan, membuat jarak pandang terbatas dan memicu kekhawatiran warga di sekitar gang yang hanya memiliki lebar terbatas.

Dalam laporan resmi, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya mengerahkan sedikitnya 12 unit mobil pemadam kebakaran ke titik kejadian. Petugas sempat menghadapi tantangan aksesibilitas karena lokasi berada jauh di dalam gang sempit (Gang IV), sehingga armada besar harus disiagakan di jalan utama di depan RSUD Husada Prima. Meskipun akses sulit, petugas berhasil menarik selang air (fire hose) masuk ke titik api dan mulai melakukan pemadaman serta pembasahan secara intensif.

Respon operasional ini melibatkan koordinasi masif dari berbagai instansi, termasuk BPBD Kota Surabaya, Satpol PP, Kepolisian, PLN, hingga Dinas Kesehatan. Pihak PLN segera memutus arus listrik di wilayah tersebut untuk menghindari bahaya korsleting tambahan, sementara petugas BPBD bersiaga untuk pendataan warga dan bantuan logistik. Petugas Damkar yang mengenakan alat pelindung diri lengkap terlihat berupaya melokalisir api agar tidak merambat ke bangunan sekitar yang berhimpitan.

Mengenai aspek regulasi, penanganan ini dilakukan mengacu pada standar pelayanan minimal penanggulangan kebakaran di wilayah padat penduduk. Berdasarkan aturan umum, setiap laporan kebakaran kategori “Kode 65” (api besar) wajib mendapatkan respon cepat terpadu dari instansi terkait guna menjamin keselamatan publik dan meminimalisir kerugian materiil. Pihak kepolisian juga melakukan sterilisasi area untuk memastikan pergerakan unit darurat tidak terhambat oleh aktivitas warga.

Dampak dari kebakaran ini menyebabkan kerusakan signifikan pada struktur lantai dua bangunan, namun lantai satu dilaporkan masih dapat diselamatkan. Hingga laporan terakhir diproses, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan dalam insiden ini. Petugas di lapangan memastikan bahwa api pokok telah berhasil dipadamkan dan situasi dilanjutkan dengan tahap pembasahan untuk mendinginkan suhu ruangan yang sempat mencapai tingkat berbahaya.

Penanganan darurat ini berakhir setelah kondisi dinyatakan sepenuhnya kondusif oleh tim DPKP dan BPBD Surabaya. Pihak berwenang mengimbau warga di kawasan padat untuk selalu waspada terhadap potensi gangguan listrik dan memastikan akses pemadam kebakaran tidak terhambat oleh benda-benda di sepanjang gang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

↑ Top