SURABAYA – Aliran air di wilayah Rungkut dan sejumlah kawasan sekitarnya belum sepenuhnya kembali normal hingga Sabtu, 25 Juli 2026, pukul 17.00 WIB. Gangguan terjadi setelah pipa Perumda Air Minum Surya Sembada berdiameter 450 milimeter di Jalan Raya Panjang Jiwo mengalami kebocoran dan deformasi.
Keluhan disampaikan pelanggan dari sejumlah wilayah, antara lain Rungkut, Wonorejo, Kedung Baruk, Nginden, Nginden Semolo, dan Panjang Jiwo Permai. Sejumlah pelanggan menyebut air di tempat mereka mulai tidak mengalir sekitar waktu Asar pada Jumat, 24 Juli 2026.
Sebelumnya, PDAM mengumumkan bahwa pekerjaan perbaikan dimulai pada Jumat pukul 13.00 WIB dengan estimasi pengerjaan sekitar empat jam. Waktu tersebut merupakan jadwal dimulainya perbaikan, sedangkan waktu Asar berasal dari laporan pelanggan mengenai saat gangguan mulai dirasakan di lokasi masing-masing. Waktu pasti penghentian distribusi pada setiap zona belum dijelaskan.
Proses penanganan berlanjut hingga Sabtu karena pipa yang rusak tidak hanya mengalami kebocoran, tetapi juga perubahan bentuk atau pesok yang cukup parah. Dalam dokumentasi lapangan PDAM, Pengawas Zona 1 Distribusi Timur, Adi Permana, menyebut perubahan bentuk pipa terjadi setelah dihantam bucket excavator ketika pekerjaan pemasangan box culvert berlangsung.
Potongan pipa berdiameter 450 milimeter yang telah dipotong dan diangkat dari dalam galian terlihat mengalami deformasi pada sejumlah bagian. Ujung pipa yang masih tertanam juga tidak lagi berbentuk bundar sempurna. Menurut keterangan petugas PDAM dalam dokumentasi tersebut, kondisi itu menjadi kendala utama dalam pemasangan gibault atau alat penyambung pipa. Apabila penyambung dipasang pada permukaan pipa yang masih penyok, sambungan berisiko tidak menutup rapat sehingga air dapat kembali keluar melalui celah ketika jaringan dialiri.
Petugas kemudian menggunakan dongkrak hidrolik manual untuk mengembalikan bentuk ujung pipa agar mendekati bundar. Gibault pada salah satu sisi disebut telah berhasil dipasang, sedangkan penyambungan sisi lainnya masih tertunda karena deformasi pipa. Pekerjaan juga terkendala kondisi galian yang dipenuhi lumpur dan genangan air keruh. Dalam rekaman lapangan, petugas terlihat bekerja dengan sebagian tubuh terendam di dalam parit untuk menangani titik sambungan. Tim perbaikan merencanakan penambahan sejumlah mesin pompa untuk melakukan dewatering atau pengurasan genangan. Langkah tersebut dilakukan agar petugas memiliki ruang kerja yang lebih leluasa dan proses penyambungan dapat diselesaikan.
Upaya mengurangi wilayah terdampak juga dilakukan di pertigaan kawasan Sentra Dagang dan Pertokoan Rungkut Megah Raya. Petugas PDAM berusaha mencari dan membuka valve pada pipa berdiameter 300 milimeter yang mengarah ke Wonorejo dan Rungkut. Pembukaan valve itu ditujukan untuk mengalirkan air ke sebagian wilayah selama perbaikan pipa 450 milimeter masih berlangsung. Namun, petugas menghadapi kesulitan karena titik as valve tertimbun lapisan aspal akibat pengaspalan jalan yang dilakukan berulang kali. Posisi tuas katup disebut berada pada kedalaman sekitar 1,5 meter sehingga petugas harus membongkar aspal untuk menemukannya.
Febriawan Saputra, petugas PDAM yang memberikan penjelasan dalam dokumentasi lapangan, menyatakan valve pipa 450 milimeter yang mengarah ke Nginden dan Panjang Jiwo belum dapat dibuka karena posisinya berdekatan dengan titik perbaikan. Menurut penjelasannya, apabila valve dibuka sebelum proses penyambungan selesai, air bertekanan tinggi dapat kembali memasuki pipa, menyembur dari bagian yang masih terbuka, dan merusak progres pekerjaan.
Pada pukul 09.45 WIB, petugas menargetkan pencarian dan pembukaan valve 300 milimeter selesai dalam waktu maksimal satu jam. Aliran menuju Wonorejo dan Rungkut diharapkan kembali sebelum pukul 10.45 WIB. Namun, hingga pukul 17.00 WIB, aliran air di wilayah Rungkut belum sepenuhnya kembali normal. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pemulihan distribusi berlangsung lebih lama dibandingkan estimasi awal perbaikan. PDAM mengarahkan pelanggan yang membutuhkan pasokan darurat untuk mengajukan layanan tangki air gratis melalui Call Center 0800-192-6666 atau WhatsApp 0812-3316-666.
Pekerjaan pemasangan box culvert di lokasi merupakan bagian dari paket Pembangunan Rumah Pompa Panjang Jiwo dan Saluran Jalan Raya Panjang Jiwo Permai di bawah Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga Kota Surabaya. Berdasarkan data pengadaan, paket berkode tender 10123471000 tersebut memiliki pagu sekitar Rp39,68 miliar dan Harga Perkiraan Sendiri sekitar Rp35,47 miliar. PT Sarana Marga Perkasa tercatat sebagai kontraktor pelaksana dengan nilai kontrak sekitar Rp33,97 miliar.
Peristiwa ini menyisakan pertanyaan mengenai pengawasan pekerjaan konstruksi di sekitar jaringan utilitas bawah tanah. Apakah posisi pipa telah dipetakan, ditandai, dan disampaikan kepada operator excavator sebelum pekerjaan penggalian dilakukan? Apakah pelaksana telah melakukan trial pit atau penggalian percobaan untuk memastikan posisi serta kedalaman jaringan pipa? Bagaimana koordinasi antara DSDABM Kota Surabaya, PT Sarana Marga Perkasa, konsultan pengawas, dan Perumda Air Minum Surya Sembada sebelum pekerjaan berlangsung? Siapa yang berada di lokasi dan mengawasi alat berat ketika bucket excavator mengenai pipa?
Pertanyaan lain yang belum terjawab adalah siapa yang akan menanggung biaya pemotongan dan penggantian pipa, pengerahan petugas, pengoperasian pompa, penyediaan tangki air, air olahan yang terbuang, serta pemulihan distribusi kepada pelanggan. PDAM mengalami kerusakan aset dan harus mengerahkan sumber daya untuk memperbaiki jaringan. Namun, masyarakat menjadi pihak yang merasakan dampak langsung karena kebutuhan rumah tangga, kegiatan usaha, dan aktivitas sehari-hari terganggu akibat aliran air yang belum kembali normal.
Peristiwa tersebut tidak cukup diselesaikan hanya dengan memperbaiki pipa dan memulihkan aliran. Pertanyaan yang masih menggantung adalah bagaimana pipa berdiameter 450 milimeter dapat terkena alat berat dalam proyek bernilai puluhan miliar rupiah, siapa yang bertanggung jawab atas kerusakan dan gangguan pelayanan itu, serta langkah konkret apa yang akan dilakukan agar kejadian serupa tidak kembali terulang.






