Eri Cahyadi: Flyover Taman Pelangi Sudah Dilelang, Target Selesai Fisik 2027

SURABAYA – Pemerintah Kota Surabaya menyatakan proyek pembangunan flyover di Bundaran Taman Pelangi telah memasuki proses lelang. Jalan layang yang direncanakan untuk mengurai kemacetan di kawasan Jalan Ahmad Yani dan Jemursari tersebut ditargetkan selesai secara fisik pada 2027.

Sebelumnya, Pemkot Surabaya memperkirakan pembangunan dimulai pada Juli atau paling lambat Agustus 2026. Namun, pemerintah daerah sejak awal menegaskan bahwa kepastian pelaksanaannya berada di pemerintah pusat karena pekerjaan fisik proyek ditangani Kementerian PU.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan informasi mengenai proses lelang diperoleh setelah jajaran Pemkot Surabaya berkoordinasi dengan pemerintah pusat. Meski demikian, jadwal pasti dimulainya pekerjaan fisik masih menunggu keputusan Kementerian Pekerjaan Umum.

> **“Insyaallah sudah dilelang,” kata Eri kepada wartawan di Balai Kota Surabaya, Kamis, 23 Juli 2026.

Menurut Eri, pekerjaan sebelumnya diperkirakan dapat dimulai pada Juli 2026. Namun, Pemkot Surabaya masih akan memeriksa perkembangan proses pengadaan dan jadwal pelaksanaan setelah Asisten Perekonomian dan Pembangunan berkoordinasi di Jakarta.

Pembangunan flyover tersebut direncanakan menggunakan skema tahun jamak atau multiyears. Pelaksanaan proyek mencakup tahun anggaran 2026 dan 2027, dengan target penyelesaian fisik pada tahun depan. “2027 selesai fisik,” ujar Eri.

Pernyataan itu belum menunjukkan tanggal pasti dimulainya konstruksi. Eri menyebut pekerjaan dapat dimulai pada 2026, tetapi waktu pelaksanaannya masih menyesuaikan proses pengadaan dan keputusan Kementerian PU.

Flyover Taman Pelangi direncanakan memiliki sekitar dua hingga dua setengah lajur. Nilai pembangunan diperkirakan berada pada kisaran Rp350 miliar hingga Rp400 miliar. Angka tersebut masih berupa estimasi proyek dan belum dapat diperlakukan sebagai nilai kontrak final sebelum dokumen hasil pengadaan diumumkan.

> **Proyek ini disiapkan untuk mengurangi kepadatan kendaraan di salah satu simpul lalu lintas utama Surabaya Selatan. Kawasan Bundaran Taman Pelangi mempertemukan arus kendaraan dari Jalan Ahmad Yani, Jemursari, Rungkut, dan arah Sidoarjo. Keberadaan perlintasan kereta api sebidang juga menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kelancaran arus kendaraan.

Konsep jalan layang tersebut dirancang menyerupai Flyover Aloha di Sidoarjo. Kendaraan dari arah Jalan Ahmad Yani menuju Jemursari maupun sebaliknya direncanakan dapat melintas secara menerus tanpa berhenti di lampu lalu lintas pada bundaran. Desain teknis proyek sebelumnya masih dibahas bersama antara Pemkot Surabaya dan Kementerian PU.

Dari sisi kesiapan lahan, Pemkot Surabaya menyatakan proses pembebasan kawasan Kampung Taman Pelangi telah diselesaikan. Bangunan yang sebelumnya berdiri di tengah kawasan Jalan Ahmad Yani juga telah dibongkar dan diratakan pada Januari 2026 sebagai persiapan pembangunan.

Selama konstruksi berlangsung, Pemkot Surabaya akan berkoordinasi dengan kepolisian untuk menyiapkan rekayasa lalu lintas. Pengaturan diperlukan agar pekerjaan tidak menimbulkan gangguan berlebihan terhadap mobilitas masyarakat yang melintas di Jalan Ahmad Yani dan kawasan sekitarnya.

Selain ditujukan untuk mengurai kemacetan, penataan kawasan Taman Pelangi juga berkaitan dengan penanganan banjir. Pemkot Surabaya sebelumnya merencanakan pelebaran dan perbaikan saluran drainase setelah pembongkaran bangunan di kawasan tersebut.

Kepastian mengenai pemenang lelang, nilai kontrak, tanggal mulai pekerjaan, tahapan konstruksi, serta rekayasa lalu lintas masih perlu menunggu pengumuman resmi Kementerian PU dan instansi terkait.

 

Penulis: MatsariEditor: Taufiq

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

↑ Top