Jalur Prestasi Akademik SPMB Jatim 2026 Dibuka SMA dan SMK Negeri Surabaya Jadi Incaran

Pendaftaran Jalur Nilai Prestasi Akademik SMA dibuka 24–25 Juni 2026, sementara SMK menyusul pada 30 Juni–1 Juli 2026. Nilai rapor dan TKA menjadi dasar utama pemeringkatan calon murid.

Surabaya – Memasuki akhir Juni, perhatian banyak orang tua dan lulusan SMP/MTs mulai tertuju pada Jalur Nilai Prestasi Akademik dalam Sistem Penerimaan Murid Baru atau SPMB Jawa Timur 2026. Jalur ini menjadi salah satu kesempatan penting bagi calon murid yang ingin melanjutkan pendidikan ke SMA dan SMK Negeri, termasuk di Kota Surabaya.

Untuk jenjang SMA, pendaftaran Jalur Nilai Prestasi Akademik dijadwalkan berlangsung secara daring pada 24–25 Juni 2026. Pendaftaran dibuka mulai 24 Juni pukul 00.01 WIB dan ditutup pada 25 Juni pukul 21.00 WIB. Hasil seleksi diumumkan pada 26 Juni 2026 pukul 08.00 WIB.

Calon murid yang dinyatakan diterima dapat mencetak bukti penerimaan pada 26 Juni 2026 pukul 09.00–23.59 WIB. Setelah itu, daftar ulang dilakukan di SMA Negeri tujuan pada 26–27 Juni 2026 pukul 09.00–16.00 WIB.

Sementara itu, untuk jenjang SMK, pendaftaran Jalur Nilai Prestasi Akademik dijadwalkan berlangsung pada 30 Juni–1 Juli 2026. Pengumuman hasil seleksi SMK dijadwalkan pada 2 Juli 2026, dilanjutkan cetak bukti penerimaan dan daftar ulang sesuai jadwal yang ditetapkan SPMB Jatim.

Jalur Nilai Prestasi Akademik diperuntukkan bagi calon murid baru SMA dan SMK. Penilaiannya tidak hanya melihat nilai rapor, tetapi juga menggabungkan hasil Tes Kemampuan Akademik atau TKA.

Bagi lulusan SMP/MTs/sederajat tahun 2026, nilai kemampuan akademik dihitung dari rata-rata nilai rapor dengan bobot 60 persen dan rata-rata nilai TKA dengan bobot 40 persen. Nilai TKA mengacu pada Daftar Kolektif Hasil TKA atau DKHTKA yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Untuk lulusan sebelum tahun 2026, komponen 40 persen tidak menggunakan TKA, melainkan indeks satuan pendidikan SMP/MTs/sederajat asal berdasarkan indeks pada SPMB tahun 2025.

Kuota Jalur Nilai Prestasi Akademik untuk SMA ditetapkan sebesar 25 persen dari daya tampung sekolah. Rinciannya, 24 persen untuk lulusan tahun 2026 dan 1 persen untuk lulusan sebelum tahun 2026.

Adapun untuk SMK, kuota Jalur Nilai Prestasi Akademik lebih besar, yakni 65 persen dari daya tampung. Rinciannya, 64 persen untuk lulusan tahun 2026 dan 1 persen untuk lulusan sebelum tahun 2026.

Di Surabaya, sejumlah SMA Negeri dengan daya tampung besar diperkirakan tetap menjadi perhatian calon murid dan orang tua. Berdasarkan data kuota sekolah, beberapa SMA Negeri dengan daya tampung terbesar antara lain SMAN 15 Surabaya sebanyak 424 kursi, SMAN 3 Surabaya 422 kursi, SMAN 19 Surabaya 421 kursi, SMAN 10 Surabaya 391 kursi, SMAN 8 Surabaya 390 kursi, SMAN 9 Surabaya 388 kursi, SMAN 16 Surabaya 387 kursi, dan SMAN 12 Surabaya 386 kursi.

Secara keseluruhan, 22 SMA Negeri di Surabaya memiliki total daya tampung sekitar 7.938 kursi. Jika mengacu pada kuota 25 persen Jalur Nilai Prestasi Akademik, maka kursi untuk jalur ini di SMA Negeri Surabaya diperkirakan sekitar 1.985 kursi, dengan pembagian akhir mengikuti sistem dan ketentuan resmi SPMB Jatim.

Untuk SMK, daya tampung dibaca berdasarkan sekolah dan konsentrasi keahlian. Di Surabaya, konsentrasi seperti Rekayasa Perangkat Lunak, Teknik Komputer dan Jaringan, Desain Komunikasi Visual, Akuntansi, Bisnis Digital, Manajemen Perkantoran, Perhotelan, Kuliner, Teknik Kendaraan Ringan, Teknik Pemesinan, Teknik Instalasi Tenaga Listrik, hingga bidang seni dan kreatif menjadi pilihan yang banyak dilirik calon murid.

Karena itu, calon murid SMK tidak cukup hanya melihat nama sekolah. Pilihan konsentrasi keahlian juga perlu diperhitungkan, sebab persaingan terjadi pada jurusan atau konsentrasi yang dipilih.

Dalam ketentuan SPMB Jatim, calon murid SMA dapat memilih paling banyak tiga SMA. Pilihan tersebut dapat berupa tiga SMA dalam rayon, atau dua SMA dalam rayon dan satu SMA luar rayon dalam satu kabupaten/kota maupun kabupaten/kota yang berbatasan.

Untuk SMK, calon murid dapat memilih paling banyak tiga konsentrasi keahlian, baik dalam satu SMK maupun SMK yang berbeda, di wilayah dalam rayon maupun luar rayon.

Mata pelajaran yang digunakan dalam Jalur Nilai Prestasi Akademik meliputi Pendidikan Agama dan Budi Pekerti, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan atau Pendidikan Pancasila, Bahasa Indonesia, Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam, Ilmu Pengetahuan Sosial, dan Bahasa Inggris.

Rata-rata nilai rapor diambil dari semester 1 sampai semester 5. Untuk sekolah yang menggunakan Sistem Kredit Semester empat semester, nilai rapor yang digunakan adalah semester 1 sampai semester 3. Sedangkan untuk SKS enam semester, nilai yang digunakan adalah semester 1 sampai semester 5.

Apabila jumlah pendaftar melebihi kuota, pemeringkatan dilakukan berdasarkan nilai kemampuan akademik. Jika terdapat nilai yang sama, sistem mempertimbangkan jarak tempat tinggal terdekat ke sekolah tujuan. Ketentuan lebih rinci mengikuti kriteria pemeringkatan dalam Juknis SPMB Jatim.

Persaingan menuju SMA dan SMK Negeri diperkirakan tetap ketat. Di tingkat Jawa Timur, jumlah lulusan SMP/MTs/sederajat tahun 2026 mencapai lebih dari 618 ribu siswa, sedangkan daya tampung SMA/SMK Negeri sekitar 244 ribu kursi. Artinya, tidak semua lulusan dapat tertampung di sekolah negeri.

Sebagai pilihan lanjutan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga menyiapkan skema beasiswa untuk sekolah swasta. Data beasiswa SMA/SMK swasta tahun 2026 mencatat total 81.131 kuota, terdiri dari 44.421 beasiswa penuh dan 36.710 potongan biaya pendidikan.

Bagi calon murid dan orang tua, Jalur Nilai Prestasi Akademik sebaiknya tidak hanya dibaca sebagai “adu nilai”. Pilihan sekolah, pilihan jurusan, jarak domisili, kuota, serta kesiapan daftar ulang perlu diperhatikan sejak awal.

Calon murid juga disarankan memastikan data nilai, pilihan sekolah, dan dokumen pendaftaran sudah benar sebelum menyelesaikan proses pendaftaran. Setelah diterima, cetak bukti penerimaan dan daftar ulang harus dilakukan sesuai jadwal, karena keterlambatan dapat berpengaruh pada status penerimaan.

Dengan jadwal yang singkat, Jalur Nilai Prestasi Akademik SMA/SMK SPMB Jatim 2026 menjadi momen penting bagi keluarga di Surabaya untuk menentukan pilihan secara realistis. Sekolah besar memang menarik, tetapi peluang terbaik tetap perlu dihitung dari nilai, kuota, jurusan, dan kesiapan calon murid sendiri.

Penulis: Edy/BgsEditor: MT.SARI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

↑ Top