Geledah Rumah Dendi, DPP KAMPUD Desak Kejati Lampung Tingkatkan Penanganan

Dugaan Tipikor Proyek SPAM ke Tahap Penyidikan

Foto; desak Kejati lampung .spam 8 milyar
Foto; desak Kejati lampung .spam 8 milyar

 

Bandar Lampung – Dewan Pimpinan Pusat Komite Aksi Masyarakat dan Pemuda untuk Demokrasi (DPP KAMPUD) mendukung langkah Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung dalam mengusut dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Dinas PUPR Kabupaten Pesawaran senilai Rp8 miliar pada tahun anggaran 2022.

Ketua DPP KAMPUD, Seno Aji, S.Sos, S.H, M.H, melalui keterangan pers di Bandar Lampung, Jumat (26/9/2025), menilai upaya tim penyelidik Pidsus Kejati Lampung patut diapresiasi. “Proyek yang seharusnya memenuhi kebutuhan air masyarakat justru terindikasi bermasalah. Dukungan masyarakat penting agar pengusutan ini berjalan tuntas,” ujarnya.

Seno juga mendesak Kejati Lampung segera meningkatkan status perkara dari penyelidikan ke penyidikan. Menurutnya, rangkaian pemanggilan saksi, klarifikasi pihak terkait, hingga penggeledahan rumah mantan Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona menjadi indikasi kuat adanya peristiwa hukum yang perlu ditindaklanjuti secara lebih transparan dan akuntabel.

Pemeriksaan Maraton Mantan Bupati Pesawaran

Sebelumnya, Dendi Ramadhona—Bupati Pesawaran periode 2016–2019 dan 2019–2024—menjalani pemeriksaan lanjutan di Bidang Tindak Pidana Khusus Kejati Lampung, Selasa (9/9/2025). Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Lampung Ricky Ramadhan, S.H, M.H membenarkan bahwa Dendi dimintai keterangan sebagai saksi terkait proyek SPAM.

“Proses masih dalam tahap penyelidikan, belum ada penetapan tersangka,” tegas Ricky. Pemeriksaan berlangsung sejak pukul 09.00 hingga 21.40 WIB. Dendi menyerahkan sejumlah dokumen, termasuk Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), dan menegaskan bahwa keterangannya sebatas kewenangan serta regulasi.

Penggeledahan Rumah Dendi

Pada Rabu sore (24/9/2025), tim penyidik Pidsus Kejati Lampung melakukan penggeledahan di rumah Dendi Ramadhona di Tanjungkarang Timur, Bandar Lampung. Sejumlah penyidik berseragam merah bertuliskan “Tindak Pidana Khusus” terlihat di lokasi, dibantu petugas polisi militer.

Ricky Ramadhan menyebut pihaknya masih menunggu laporan detail terkait hasil penggeledahan tersebut. “Saya belum dapat informasi lengkap karena sedang bertugas di Mesuji,” ujarnya.

Editor; SN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

↑ Top