info Blitar
Blitar — Sabtu 28/Juni/2025 Keberangkatan Anggota FAS Ke Blitar di Fasilitasi Oleh Ketua DPRD Surabaya Dengan Sebuah Bus Dinas DPRD Surabaya.
Tepat Pukul 07.00 Rombongan anggota FAS Berangkat Dari Halaman Gedung DPRD kota Sursbaya.Dengan didahului Do’a bersama.
Baca Juga
Baihaki Akbar Ketua Umum Aliansi Madura Indonesia kecewa dengan Hukuman Gazalba saleh yang di sunat jadi 10 tahun
Skandal Narkoba di Lapas Pemuda Madiun: Sanksi Ringan, Publik Meradang
EKO GAGAK : SATU SURO ATAU 1 MUHARAM INSTROPEKSI UNTUK KUALITAS DIRI
Tepat Pukul 11.00 Tiba di Istana Gebang.Blitar.
Istana Gebang Adalah Sebuah Rumah Besar Yang banyak Menyimpan Sejarah dari Jejak Sang Proklamator.
Istana Gebang yang dulunya Dihuni Oleh Bu Wardoyo dan Keluarganya adalah Tempat dimana Sukarno muda berdiskusi dengan teman teman pergerakan pada zaman Penjajahan Belanda.
Dan Ironisnya Rumah Bersar Keluarga Bu Wardoyo yang sekarang dinamakan Istana Gebang hampir saja punah tanpa jejak dan peninggalan sejarah.
Karena Kehadiran pihak swasta yang ingin membeli tempat bersejarah tersebut untuk dijadikan Fasilitas Komersial.
Rupanya Tuhan masih Inģin Menyimpan dan menyelamatkan Tempat Besejarah tersebut. Lewat tangan tangan tokoh Nasional yang masih memiliki kepedulian yang tinggi pada sejarah bangsanya.
Sehingga Bangunan Tua dan besar itupun sekarang bergelar menjadi Istana Gebang.
Dan dari tempat inilah generasi selanjutnya masih bisa melihat dan membaca tentang sepak terjang salah satu tokoh nasional Soekarno atau dengan sebutan lainnya Boeng Karno sang Putra Fajar Seorang Proklamator yang juga Presiden Republik Indonesia yang Pertama.
Dan Kemudian Perjalanan Anggota FAS Dilanjutkan Ke Tempat Peristirahatan Terakhir atau yang lazim disebut Makam Boeng Karno.
Di area yang sakral tersebut FAS Melakukan Pesan Moral dengan melakukan Orasi.
Dalam orasinya KORLAP Udin Sakera Dan HUMAS Yanto Ireng Tetap meneriakkan agar segera Presiden Prabowo Subianto segera menerbitkan PERPPU Hukuman Mati Bagi Koruptor dan DPR RI Segera mengesahkan RUU Perampasan Aset Menjadi Undang Undang Perampasan Aset Dan juga bangsa Indonesia kembali ke agenda Reformasi 98.dan acara dilanjutkan dengan bagi bagi nasi Kotak kepada para tukang becak tukang parkir para penjual kembang dan penjual Souvenir Ada kurang lebih 100 nasi kotak yang dibagikan.
Kemudian acara dilanjutkan dengan ziarah dan doa bersama di makam Boeng Karno yang dipimpin oleh Gus Gufron.
Reporter; bagus






