DPW MADAS Nusantara Hadiri Milad ke-2 IPPAMA di Surabaya, Tekankan Sinergi Lintas Sektoral

Kegiatan ini menjadi momentum penguatan hubungan antarorganisasi kemasyarakatan berbasis kedaerahan dengan pemerintah daerah dan aparat penegak hukum.

Foto bersama yang menunjukkan sinergi ormas Madura dengan perwakilan pemerintah dan tokoh masyarakat di acara Milad.
Foto bersama yang menunjukkan sinergi ormas Madura dengan perwakilan pemerintah dan tokoh masyarakat di acara Milad.

DITULIS PADA: Surabaya, 24 Januari 2026

SURABAYA – Jajaran pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Madura Asli (MADAS) Nusantara menghadiri peringatan ulang tahun (Milad) ke-2 Ikatan Persatuan Putra Madura (IPPAMA) yang diselenggarakan di Gedung Wanita Kalibokor, Surabaya, pada Sabtu (24/1/2026). Kehadiran perwakilan MADAS Nusantara tersebut merupakan bagian dari agenda konsolidasi antar-organisasi kemasyarakatan (ormas) berbasis kedaerahan di wilayah Jawa Timur.

Agenda tersebut dihadiri oleh sejumlah pemangku kepentingan, antara lain perwakilan Gubernur Jawa Timur, perwakilan Wali Kota Surabaya, dan perwakilan Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jawa Timur. Selain itu, hadir pula sejumlah ketua ormas yang berbasis di Surabaya. Pertemuan ini memfasilitasi komunikasi antara elemen masyarakat dengan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Dalam keterangannya di lokasi kegiatan, Ketua DPW MADAS Nusantara, H. Romlan, menyampaikan pernyataan terkait posisi ormas dalam struktur sosial kemasyarakatan. Pihaknya menggarisbawahi pentingnya kolaborasi antara ormas dan institusi negara dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

“Selamat Milad yang ke-2 untuk IPPAMA. Di usia yang masih sangat muda ini, kami berharap IPPAMA dapat terus bersinergi dengan MADAS Nusantara dan seluruh elemen masyarakat lainnya,” ujar H. Romlan.

Lebih lanjut, H. Romlan menyatakan bahwa warga Madura memiliki tanggung jawab untuk berkontribusi secara positif terhadap pembangunan daerah. “Sebagai putra Madura, kita memiliki tanggung jawab besar untuk menunjukkan bahwa kita adalah warga yang santun, kompak, dan bermanfaat bagi kemajuan Jawa Timur, khususnya Surabaya. Mari kita jaga kerukunan dan jangan mudah terpecah belah,” tambahnya.

Secara normatif, peran serta organisasi kemasyarakatan dalam pembangunan dan pemeliharaan nilai agama, budaya, moral, etika, dan norma kesusilaan telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan. Regulasi tersebut menempatkan ormas sebagai partisipan aktif dalam pencapaian tujuan negara serta pemelihara persatuan dan kesatuan bangsa.

Kehadiran representasi pemerintah dan aparat keamanan dalam agenda ini menandai pengakuan terhadap fungsi ormas sebagai mitra strategis dalam menjaga kondusivitas wilayah. Rangkaian kegiatan Milad ke-2 IPPAMA diakhiri dengan prosesi pemotongan tumpeng dan doa bersama yang berlangsung secara tertib. (fiq/son)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

↑ Top