Warga Murka ; Dakel Kelurahan Peneleh

Foto! Proyek asal di kerjakan
Proyek asal di kerjakan

Surabaya – Proyek Dana Kelurahan (Dakel) di Kelurahan Peneleh, Kecamatan Genteng, Surabaya menuai sorotan tajam dari warga. Pasalnya, pekerjaan yang seharusnya membawa manfaat justru menimbulkan keresahan. Proyek di jalan jagalan V tersebut dinilai molor, galian tanah tidak segera dibuang, hingga menimbulkan dampak buruk bagi lingkungan sekitar.

Baca juga : //Ketua MA

Sejumlah warga mengaku kecewa karena kondisi jalan dan lingkungan menjadi semrawut akibat galian yang dibiarkan menumpuk. Selain mengganggu akses warga, galian tanah yang terbuka juga menimbulkan bau tidak sedap, genangan air, dan rawan kecelakaan.

“Kalau begini bukannya membawa manfaat, malah bikin warga susah. Jalan jadi becek, banyak anak kecil hampir jatuh karena galian tidak segera ditutup,” ungkap Sumarno, salah satu warga setempat, Jumat (29/8/2025).

Ironisnya, ketika warga mencoba meminta penjelasan terkait keterlambatan proyek, baik pihak kelurahan maupun penyedia proyek terkesan saling menutupi. Lurah Peneleh hingga kini belum memberikan keterangan resmi, sementara penyedia proyek justru bungkam saat dimintai konfirmasi.

Hal ini memicu dugaan bahwa ada kerja sama tidak sehat antara lurah dan penyedia proyek. Alih-alih terbuka kepada masyarakat, keduanya justru dinilai kompak membisu.

“Seharusnya ada transparansi. Warga berhak tahu mengapa proyek ini molor dan mengapa galian dibiarkan begitu saja. Tapi faktanya, mereka semua diam,” kata warga lain yang enggan disebutkan namanya.

Selain itu, informasi di lapangan menyebutkan bahwa sejumlah pekerja proyek juga mengalami penelantaran. Mereka mengaku tidak diberi kejelasan terkait kelanjutan pekerjaan maupun pembayaran. Kondisi ini semakin memperburuk citra proyek Dakel di mata warga.

“Kami ini kerja, tapi tidak jelas arahnya. Kadang diminta berhenti, kadang disuruh lanjut, tapi tidak ada kepastian,” keluh salah satu pekerja.

Melihat kondisi tersebut, warga Peneleh mendesak Pemerintah Kota Surabaya turun tangan. Mereka berharap Pemkot segera melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan proyek Dakel di wilayahnya.

“Kami minta ada pengawasan ketat. Jangan sampai proyek yang dibiayai dengan uang rakyat ini justru merugikan masyarakat. Kalau memang ada penyalahgunaan kewenangan, harus diusut tuntas,” tegas seorang tokoh masyarakat setempat.

Proyek Dakel sendiri merupakan program pemerintah yang bersumber dari APBD Kota Surabaya. Tujuannya untuk mempercepat pembangunan dan memberikan manfaat langsung bagi warga di tingkat kelurahan. Namun, jika pelaksanaannya tidak transparan dan penuh masalah, maka esensi dari program tersebut menjadi sia-sia.

Editor; lutfi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

↑ Top