Surabaya — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kota Surabaya membuat kejutan politik pada Selasa (25/11/2025). Di tengah agenda Rapat Kerja (Raker) internal, pengurus partai berlambang bintang mercy di Kota Pahlawan ini secara resmi mendeklarasikan dukungan penuh kepada Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, untuk menakhodai Partai Demokrat di tingkat provinsi.
Deklarasi ini rupanya di luar skenario yang diketahui Emil. Hadir untuk memenuhi undangan rapat, mantan Bupati Trenggalek ini mengaku terkejut ketika rekomendasi dukungan tersebut tiba-tiba dibacakan di hadapan forum.
“Kita kaget karena itu tidak diantisipasi sebelumnya. Saya tidak diberi tahu panitia bahwa akan ada pembacaan rekomendasi tersebut,” ungkap Emil saat ditemui awak media di Kantor DPRD Jatim usai memimpin Rapat Paripurna, sesaat setelah acara tersebut.
Meski mengaku tidak menduga adanya manuver dukungan itu, Emil menyambut aspirasi tersebut dengan sikap hormat. Ia menyampaikan apresiasi mendalam kepada Ketua DPC Demokrat Surabaya, Lucy Kurniasari, serta seluruh jajaran pengurus yang telah memberikan kepercayaan. Namun, sebagai kader partai, Emil buru-buru menegaskan posisi politiknya yang tegak lurus pada hierarki. Ia menekankan bahwa urusan kepemimpinan daerah sepenuhnya berada di tangan pusat.
“Tentunya sebagai manusia biasa saya merasa terhormat. Namun demikian, hak prerogatif ada di tangan DPP (Dewan Pimpinan Pusat),” tegasnya. Emil menambahkan bahwa DPD Demokrat Jatim berada dalam satu komando, dan ia siap mengikuti apapun keputusan yang kelak ditetapkan oleh pimpinan pusat partai.
Dukungan dari Surabaya ini dinilai memiliki bobot politik yang signifikan. Aspirasi tersebut tidak main-main karena datang dari struktur lengkap “KSB” (Ketua, Sekretaris, dan Bendahara) DPC Surabaya. Sosok Lucy Kurniasari di balik kemudi DPC Surabaya juga menjadi faktor penting; sebagai politikus senior yang telah empat periode menjabat sebagai Anggota DPR RI, suaranya tentu diperhitungkan.
Menyadari sensitivitas isu ini, Emil mewanti-wanti agar dukungan tersebut dilihat murni sebagai aspirasi arus bawah yang harus dihormati, bukan hasil dari manuver pribadinya. “DPC Surabaya kelihatannya mereka langsung berkomunikasi dengan DPP. Mudah-mudahan tidak ada yang berpikiran saya yang meminta itu,” imbuhnya.
Saat ini, Emil Dardak masih fokus menjalankan tugasnya sebagai Wakil Gubernur Jawa Timur periode 2024-2029. Kinerjanya dalam membidangi pengembangan ekonomi kreatif dan kesiapsiagaan bencana di Jawa Timur dinilai menjadi salah satu faktor pendorong munculnya arus dukungan internal ini. Dinamika ini diprediksi akan semakin menghangatkan peta politik internal Demokrat menjelang penentuan pucuk pimpinan partai di Jawa Timur.
![]()






