Puluhan Truk ODOL Blokir Frontage Ahmad Yani Surabaya, Arus Lalu Lintas Sempat Lumpuh

Aksi unjuk rasa di depan Kantor Dishub Jatim ini memaksa pengguna jalan berbagi satu lajur sempit, bahkan sempat menghambat laju ambulans.

Suasana demonstrasi sopir truk ODOL yang memarkirkan kendaraan hingga menutup badan jalan Frontage Ahmad Yani Surabaya di depan kantor Dishub Jatim
Puluhan truk peserta aksi demo ODOL memblokir lajur Frontage Ahmad Yani sisi timur, tepat di depan Kantor Dishub Jatim, Surabaya, Selasa (25/11/2025). Aksi ini mengakibatkan arus lalu lintas tersendat.

SURABAYA – Ketegangan mewarnai kawasan Jalan Ahmad Yani, Surabaya, pada Selasa siang (25/11/2025). Puluhan truk berukuran besar yang tergabung dalam aliansi pengemudi truk Over Dimension Over Loading (ODOL) memarkirkan kendaraan mereka di tengah jalan, menutup sebagian besar lajur frontage sisi timur. Aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes dan penyampaian aspirasi kepada Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Timur.

Berdasarkan pantauan di lapangan, massa aksi mulai memadati area tepat di depan kantor Dishub Jatim sejak pukul 11.30 WIB. Para sopir memarkir truk mereka secara paralel hingga menutup badan jalan dan menggelar orasi di lokasi. Akibatnya, akses jalan yang biasanya padat lancar berubah menjadi titik kemacetan parah karena hanya menyisakan satu lajur sempit yang bisa dilalui oleh kendaraan roda dua maupun roda empat.

Dampak dari penyempitan jalur ini sangat terasa bagi pengguna jalan. Situasi sempat menjadi dramatis ketika sebuah ambulans yang tengah membawa pasien terjebak dalam antrean kendaraan dan lajunya tersendat beberapa saat sebelum akhirnya bisa meloloskan diri dari kerumunan massa dan kendaraan berat tersebut. Aksi blokade ini berlangsung cukup intens hingga pukul 12.15 WIB.

Untuk mengamankan situasi, aparat gabungan dari Polsek Gayungan, Polrestabes Surabaya, TNI, hingga petugas Dishub Surabaya diterjunkan ke lokasi. Kawat berduri juga terlihat telah terpasang membentengi pintu masuk kantor Dishub Provinsi Jatim untuk mengantisipasi massa merangsek masuk ke dalam area perkantoran.

Kekacauan lalu lintas ini mengejutkan banyak pengendara, salah satunya Dinata (37), warga Sidoarjo yang kebetulan melintas. Ia mengaku awalnya tidak mengetahui adanya rencana aksi demo tersebut hingga mendengar informasi dari radio saat berada di kawasan Bundaran Waru.

“Pas di Bundaran Waru tadi dengar di radio kalau ada demo truk di Surabaya. Awalnya pas masuk Bundaran Waru kok sepi, ternyata begitu masuk frontage Ahmad Yani macet total, mereka berhentinya di sana,” ungkap Dinata saat diwawancarai di lokasi kejadian.

Dinata menuturkan bahwa kendaraannya sempat tertahan sekitar 10 menit akibat penyempitan jalan tersebut. Melihat kondisi kemacetan yang semakin mengular, pihak kepolisian akhirnya mengambil langkah diskresi dengan mengalihkan arus lalu lintas. Kendaraan roda empat diarahkan masuk ke Jalur A atau jalur utama (jalur cepat) Jalan Ahmad Yani untuk mengurai kepadatan di jalur frontage.

“Ini sudah mendingan, agak lancar. Tadi macet sekali, untung diarahkan Pak Polisi lewat tengah (jalur utama),” tambahnya.

Meski memahami hak menyampaikan pendapat, Dinata dan para pengguna jalan lainnya berharap aksi unjuk rasa seperti ini tidak mengorbankan kepentingan umum. Ia berharap permasalahan regulasi truk ODOL segera menemukan titik temu agar aktivitas warga Surabaya dan sekitarnya dapat kembali berjalan normal tanpa hambatan di jalan raya.

Loading

EDITOR

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten dilindungi © Tabir Lentera Nusantara. Dilarang menyalin tanpa izin.
↑ Top