[DITULIS PADA: 23 Desember 2025]
Surabaya — Aktivitas Bank Sampah Prapen Sejahtera di Balai RW 06 Prapen, Panjang Jiwo, Surabaya, berlangsung sejak pukul 08.30 WIB hingga siang hari, Senin (22/12/2025). Kegiatan ini dipimpin Siti Mariam (49), atau akrab disapa Merry, yang mendampingi 17 ibu pengurus dalam memilah, mencatat, dan menimbang sampah warga.
Sejak pagi, para pengurus telah menempati peran masing-masing. Sejumlah ibu bertugas di meja registrasi, sebagian memilah botol plastik dan kardus, sementara lainnya mengelola penimbangan sampah yang disetorkan warga secara bergantian.
Sebagai ketua, Merry tidak hanya mengawasi jalannya kegiatan. Ia ikut turun langsung membantu pengurus yang membutuhkan bantuan hingga jam operasional berakhir, menyesuaikan kedatangan nasabah bank sampah.
Di balik kesibukan tersebut, Merry memulai hari dengan rutinitas merawat suaminya yang menderita stroke sejak satu setengah tahun terakhir. Ia menyiapkan keperluan suami sebelum meninggalkan rumah untuk menjalankan aktivitas lingkungan di tingkat RW.
“Saya harus pintar-pintar ngatur waktu, mbak. Karena suami saya di rumah juga lagi sakit stroke. Sudah satu tahun setengah,” ujar Merry kepada tabirlenteranusantara.com, Senin (22/12/2025).
Ia menuturkan, setelah memastikan semua kebutuhan suaminya terpenuhi, ia berpamitan sebelum berangkat ke balai RW. Kondisi suami yang belum bisa berjalan dan berbicara lancar menuntut ketelatenan ekstra setiap hari.
Meski menjalani peran ganda sebagai istri dan ketua bank sampah, Merry mengaku tidak merasa terbebani. Justru kegiatan bersama para ibu di lingkungan RW menjadi ruang interaksi sosial yang membangkitkan semangat.
“Saya senang, mbak. Banyak kegiatan itu membuat saya senang karena ketemu banyak orang. Bisa berdampak bagi lingkungan juga,” kata Merry.
Kegiatan bank sampah ini juga dirasakan manfaatnya oleh pengurus lain, salah satunya Chusnul Chotimah (44). Ia menyebut keberadaan bank sampah membantu menopang ekonomi keluarga.
Menurut Chusnul, penghasilan suaminya yang bekerja sebagai pengambil sampah terbatas. Kehadiran bank sampah membuat pendapatan keluarga menjadi lebih stabil.
Dalam kurun dua minggu sekali, hasil penjualan sampah yang dikumpulkan pengurus dapat mencapai Rp800.000 hingga Rp1 juta. Dana tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga sehari-hari.
“Alhamdulillah, sejak ada bank sampah ini jadi bisa menutupi dan nambah-nambahi penghasilan,” ujar Chusnul.
Kegiatan bank sampah di lingkungan RW pada dasarnya mengacu pada ketentuan umum pengelolaan sampah berbasis masyarakat, yang mendorong pemilahan sejak sumber dan pemanfaatan nilai ekonomis sampah rumah tangga.
Meski aktivitas pemilahan dan penimbangan kerap menyebabkan pegal di kaki karena dilakukan dalam waktu lama, Chusnul tetap mengikuti kegiatan secara rutin. Ia mengaku kebersamaan dengan para ibu menjadi sumber kebahagiaan tersendiri.
Melalui Bank Sampah Prapen Sejahtera, para ibu tidak hanya berkontribusi menjaga lingkungan, tetapi juga membangun solidaritas dan ketahanan ekonomi keluarga di tingkat akar rumput secara berkelanjutan.






