65 Santri Tewas dalam Tragedi Ambruknya Ponpes Al Khoziny Sidoarjo

Operasi evakuasi memasuki hari kedelapan, tim SAR masih menemukan korban di bawah reruntuhan

Tim SAR melakukan evakuasi korban di reruntuhan Pondok Pesantren Al Khoziny, Sidoarjo pada 6 Oktober 2025
Proses evakuasi korban di Ponpes Al Khoziny, Sidoarjo, pada 6 Oktober 2025. Tim SAR berusaha mencapai korban yang tertimbun reruntuhan dengan kondisi bangunan yang tidak stabil. Operasi pencarian telah berlangsung selama 8 hari dengan melibatkan Basarnas, TNI, Polri, BPBD, PMI, dan relawan.

Senin, 6 Oktober 2025 | 19:12 WIB

SIDOARJO — Operasi pencarian dan evakuasi korban ambruknya bangunan Pondok Pesantren Al Khoziny di Sidoarjo, Jawa Timur, telah memasuki hari kedelapan. Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) melaporkan hingga malam ini jumlah korban meninggal mencapai 65 orang dari total 169 korban, sementara 104 orang berhasil diselamatkan.

Evakuasi hari kedelapan: 12 korban ditemukan

Pada Senin (6/10/2025) tim gabungan mencatat tambahan 12 korban yang berhasil dievakuasi dari reruntuhan musala Ponpes Al Khoziny. Evakuasi dilakukan melalui kombinasi penggunaan alat berat dan operasi penyelamatan manual yang terukur, untuk menjaga keselamatan petugas dan jenazah.

Ringkasan Data:

  • Total korban: 169
  • Selamat: 104
  • Meninggal: 65 (termasuk 6 bagian tubuh terpisah)

Tim dan peralatan yang dikerahkan

Operasi melibatkan ratusan personel dari Basarnas, TNI, Polri (termasuk Brimob), BPBD Jawa Timur, tim SAR lokal Sidoarjo, serta relawan. Peralatan berat dan teknologi yang digunakan antara lain excavator, crane, cutting tools, thermal camera, detector sensor tubuh, penerangan portabel, dan generator untuk operasi 24 jam.

Tantangan di lapangan

Evakuasi menghadapi kendala signifikan: kondisi reruntuhan yang kompleks (tumpukan beton, rangka besi, dan balok kayu), struktur yang tidak stabil dan berisiko runtuh susulan, serta cuaca hujan sporadis yang membuat lokasi becek dan licin. Setiap pengangkatan material berat dilakukan secara terukur untuk meminimalkan risiko bagi petugas.

Proses identifikasi — upaya tim DVI

Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Timur bekerja intensif. Hingga laporan malam ini, 10 jenazah telah berhasil diidentifikasi dan diserahkan kepada keluarga. Prosedur identifikasi meliputi pengumpulan data antemortem, pemeriksaan postmortem (fisik, sidik jari, pemeriksaan gigi, pengambilan sampel DNA) dan verifikasi keluarga.

Daftar korban yang telah teridentifikasi
No. Nama Asal / Lokasi Penyerahan
1 Maulana Alfan Ibrahimovic Pabean Cantikan, Surabaya (RS Siti Hajar)
2 Muhammad Soleh Jalan Madura, Bangka Belitung (RSUD R Koesma)
3 Muhammad Mashudulhaq Kalikendang, Dukuh Pakis, Surabaya (RSUD R Koesma)
4 Rafi Catur Okta Mulya Pamungkas Putat Jaya Sekolahan, Surabaya (RS Siti Hajar)
5 M. Agus Ubaidillah Gresik Gudukan, Krembangan, Surabaya (RS Siti Hajar)
6 Firman Noor Tembok Lor III, Surabaya (RS Bhayangkara)
7 M. Azka Ibadurrahman Randu Indah, Kenjeran, Surabaya (RS Bhayangkara)
8 Daud Milal Sidokapasan, Surabaya (RS Bhayangkara)
9 Nurudin Karang Gayam, Blega, Bangkalan (RS Bhayangkara)
10 Ahmad Rijalul Haq Dapuan Baru I, Surabaya (RS Bhayangkara)

Sebanyak 15 sampel DNA dilaporkan dikirim ke laboratorium pusat untuk pemeriksaan lanjutan guna membantu pencocokan identitas. Banyak jenazah dalam kondisi sulit dikenali sehingga membutuhkan pemeriksaan forensik lanjutan.

Aktivitas lapangan dan posko

Lokasi kejadian dibagi menjadi beberapa sektor untuk mempermudah koordinasi. Garis polisi mengamankan area reruntuhan, sementara posko utama, posko keluarga, posko kesehatan, dan dapur umum beroperasi 24 jam untuk mendukung petugas, relawan, dan keluarga korban.

Kesehatan petugas dan rotasi kerja

Tim SAR menerapkan rotasi kerja 4–6 jam per shift, pemeriksaan kesehatan rutin, serta penyediaan makanan dan suplemen. Beberapa petugas melaporkan kelelahan dan dehidrasi ringan tetapi dapat ditangani di lokasi; tidak ada laporan cedera serius hingga laporan terakhir.

Pernyataan resmi

Direktur Operasi Basarnas, Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo, menegaskan: “Kami akan terus bekerja maksimal hingga semua korban berhasil dievakuasi dan diidentifikasi. Tidak boleh ada satu pun yang tertinggal di bawah reruntuhan.”

Catatan redaksi: Informasi dalam naskah ini disusun dari rilis resmi Basarnas dan Polda Jawa Timur per Senin, 6 Oktober 2025. Data bersifat dinamis dan dapat berubah seiring perkembangan evakuasi dan identifikasi.
Diperbarui: Senin, 6 Oktober 2025 – 18:40 WIB| Editor: redaksi 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

↑ Top