Senin, 6 Oktober 2025 | 19:12 WIB
Evakuasi hari kedelapan: 12 korban ditemukan
Pada Senin (6/10/2025) tim gabungan mencatat tambahan 12 korban yang berhasil dievakuasi dari reruntuhan musala Ponpes Al Khoziny. Evakuasi dilakukan melalui kombinasi penggunaan alat berat dan operasi penyelamatan manual yang terukur, untuk menjaga keselamatan petugas dan jenazah.
Ringkasan Data:
- Total korban: 169
- Selamat: 104
- Meninggal: 65 (termasuk 6 bagian tubuh terpisah)
Tim dan peralatan yang dikerahkan
Operasi melibatkan ratusan personel dari Basarnas, TNI, Polri (termasuk Brimob), BPBD Jawa Timur, tim SAR lokal Sidoarjo, serta relawan. Peralatan berat dan teknologi yang digunakan antara lain excavator, crane, cutting tools, thermal camera, detector sensor tubuh, penerangan portabel, dan generator untuk operasi 24 jam.
Tantangan di lapangan
Evakuasi menghadapi kendala signifikan: kondisi reruntuhan yang kompleks (tumpukan beton, rangka besi, dan balok kayu), struktur yang tidak stabil dan berisiko runtuh susulan, serta cuaca hujan sporadis yang membuat lokasi becek dan licin. Setiap pengangkatan material berat dilakukan secara terukur untuk meminimalkan risiko bagi petugas.
Proses identifikasi — upaya tim DVI
Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Timur bekerja intensif. Hingga laporan malam ini, 10 jenazah telah berhasil diidentifikasi dan diserahkan kepada keluarga. Prosedur identifikasi meliputi pengumpulan data antemortem, pemeriksaan postmortem (fisik, sidik jari, pemeriksaan gigi, pengambilan sampel DNA) dan verifikasi keluarga.
| No. | Nama | Asal / Lokasi Penyerahan |
|---|---|---|
| 1 | Maulana Alfan Ibrahimovic | Pabean Cantikan, Surabaya (RS Siti Hajar) |
| 2 | Muhammad Soleh | Jalan Madura, Bangka Belitung (RSUD R Koesma) |
| 3 | Muhammad Mashudulhaq | Kalikendang, Dukuh Pakis, Surabaya (RSUD R Koesma) |
| 4 | Rafi Catur Okta Mulya Pamungkas | Putat Jaya Sekolahan, Surabaya (RS Siti Hajar) |
| 5 | M. Agus Ubaidillah | Gresik Gudukan, Krembangan, Surabaya (RS Siti Hajar) |
| 6 | Firman Noor | Tembok Lor III, Surabaya (RS Bhayangkara) |
| 7 | M. Azka Ibadurrahman | Randu Indah, Kenjeran, Surabaya (RS Bhayangkara) |
| 8 | Daud Milal | Sidokapasan, Surabaya (RS Bhayangkara) |
| 9 | Nurudin | Karang Gayam, Blega, Bangkalan (RS Bhayangkara) |
| 10 | Ahmad Rijalul Haq | Dapuan Baru I, Surabaya (RS Bhayangkara) |
Sebanyak 15 sampel DNA dilaporkan dikirim ke laboratorium pusat untuk pemeriksaan lanjutan guna membantu pencocokan identitas. Banyak jenazah dalam kondisi sulit dikenali sehingga membutuhkan pemeriksaan forensik lanjutan.
Aktivitas lapangan dan posko
Lokasi kejadian dibagi menjadi beberapa sektor untuk mempermudah koordinasi. Garis polisi mengamankan area reruntuhan, sementara posko utama, posko keluarga, posko kesehatan, dan dapur umum beroperasi 24 jam untuk mendukung petugas, relawan, dan keluarga korban.
Kesehatan petugas dan rotasi kerja
Tim SAR menerapkan rotasi kerja 4–6 jam per shift, pemeriksaan kesehatan rutin, serta penyediaan makanan dan suplemen. Beberapa petugas melaporkan kelelahan dan dehidrasi ringan tetapi dapat ditangani di lokasi; tidak ada laporan cedera serius hingga laporan terakhir.
Pernyataan resmi
Direktur Operasi Basarnas, Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo, menegaskan: “Kami akan terus bekerja maksimal hingga semua korban berhasil dievakuasi dan diidentifikasi. Tidak boleh ada satu pun yang tertinggal di bawah reruntuhan.”






