Presiden Prabowo Instruksikan Audit Menyeluruh Keamanan Bangunan Pesantren Pascatragedi Sidoarjo

Langkah cepat pemerintah pascaambruknya musala Ponpes Al Khoziny Sidoarjo yang menelan puluhan korban jiwa

Presiden Prabowo Subianto saat memberikan arahan terkait audit keamanan bangunan pesantren di Jakarta
Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas membahas audit menyeluruh keamanan bangunan pesantren di kediamannya, Minggu malam (6/10/2025).

Jakarta, — Tim Redaksi

Presiden Prabowo Subianto memerintahkan audit komprehensif terhadap kekuatan struktur bangunan di seluruh pondok pesantren di Indonesia menyusul ambruknya musala Ponpes Al Khoziny di Sidoarjo, Jawa Timur, yang menelan puluhan korban pada 29 September 2025. Pemerintah menegaskan langkah ini merupakan prioritas untuk menjamin keselamatan santri dan mencegah tragedi serupa.

Instruksi langsung dari Istana

Instruksi ini disampaikan Presiden kepada Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Percepatan Pembangunan melalui rapat terbatas yang digelar di kediaman resmi Presiden, Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, pada Minggu malam, 5 Oktober 2025. Sekretaris Kabinet menyatakan Presiden meminta langkah cepat dan konkret untuk memperbaiki standar keselamatan pesantren di seluruh daerah.

“Pak Presiden terus memonitor situasi setiap saat. Beliau memerintahkan pemeriksaan komprehensif dan bantuan teknis bagi pesantren terdaftar resmi, dengan fokus pengecekan kekuatan struktur bangunan,” kata Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya kepada wartawan.

Evaluasi menyeluruh untuk semua pesantren

Menteri Sekretaris Negara menegaskan bahwa evaluasi tidak hanya untuk lokasi yang mengalami insiden, melainkan akan dilakukan secara nasional. Pemeriksaan akan mencakup ketahanan struktur, kelayakan infrastruktur, dokumentasi izin bangunan, serta rekomendasi perbaikan teknis.

  • Data dan verifikasi seluruh pondok pesantren resmi di seluruh provinsi.
  • Pemeriksaan struktur, fondasi, dan bahan bangunan.
  • Pemberian bantuan teknis dan alokasi prioritas untuk renovasi pada pesantren yang berisiko.
  • Koordinasi lintas kementerian dan pemerintah daerah untuk tindak lanjut.

Kronologi: Ambruknya Musala di Ponpes Al Khoziny

Pada Senin, 29 September 2025, sebuah musala tiga lantai di Pondok Pesantren Al Khoziny runtuh secara tiba-tiba ketika ratusan santri sedang berkegiatan keagamaan. Insiden ini memicu operasi penyelamatan besar-besaran oleh lebih dari 400 personel gabungan dari Basarnas, BPBD, TNI, Polri, dan relawan.

Proses evakuasi menghadapi kendala serius akibat puing beton besar yang tidak stabil dan risiko reruntuhan susulan. Kepala Basarnas Jawa Timur menyatakan tim bekerja sangat berhati-hati untuk melindungi korban yang masih terjebak dan tim penyelamat.

Hingga malam 5 Oktober 2025, operasi evakuasi dinyatakan selesai dengan jumlah korban yang ditemukan mencapai puluhan. Tim identifikasi terus memproses data untuk diserahkan kepada keluarga korban.

Penanganan korban dan komitmen pemulihan

Pemerintah pusat telah menugaskan tim khusus untuk membantu penanganan korban dan keluarga, termasuk dukungan biaya pengobatan bagi yang luka serta santunan untuk keluarga korban meninggal dunia. Pemerintah daerah Jawa Timur menyatakan dukungan penuh dan bekerja sama dengan Kementerian Agama untuk audit dan perbaikan pangkalan-pesantren.

Pelajaran dan langkah preventif

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya menegakkan standar keselamatan bangunan, terutama pada fasilitas pendidikan dan tempat ibadah yang menampung banyak orang. Pemerintah menegaskan audit struktural dan program bantuan teknis akan menjadi prioritas nasional demi melindungi keselamatan santri di ribuan pesantren se-Indonesia.

Reporter: Tim Redaksi   |   Editor: Desk Politik dan Pemerintahan

Hak cipta © 2025. Semua hak dilindungi.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

↑ Top