SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya secara resmi mengimbau masyarakat dan pelaku usaha untuk tidak menggelar pesta kembang api dalam perayaan malam tahun baru 2026. Kebijakan ini diambil sebagai bentuk empati dan solidaritas mendalam terhadap korban bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menegaskan tidak elok bersuka ria di tengah penderitaan saudara sebangsa di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang sedang berduka, menghadapi kerusakan infrastruktur, serta kehilangan tempat tinggal.
Sebagai ganti euforia pergantian tahun, Pemkot mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengisi momen tersebut dengan refleksi, muhasabah, dan doa bersama. Tujuannya adalah memohon keselamatan agar Surabaya dan Indonesia terhindar dari marabahaya serupa di masa mendatang.
Imbauan ini tidak hanya berlaku bagi masyarakat umum, tetapi juga khusus ditujukan kepada para pengusaha hiburan dan hotel untuk menahan diri tidak menggelar atraksi kembang api yang berlebihan. Pemkot mendorong kegiatan positif seperti doa bersama dan pengajian yang digelar di tingkat kelurahan hingga kecamatan, yang dinilai lebih bermakna secara spiritual dibandingkan konvoi atau pesta pora.
Kebijakan ini juga memiliki dasar hukum. Terkait wewenang pembatasan keramaian untuk ketertiban umum, kepala daerah berhak mengeluarkan instruksi khusus dalam situasi tertentu, termasuk masa berkabung atau pascabencana.
Selain membangun suasana khidmat, langkah ini diperkirakan akan mengurangi potensi kemacetan parah dan gangguan ketertiban yang kerap terjadi akibat titik-titik kerumunan pesta kembang api dan konvoi kendaraan. Aparat keamanan akan tetap bersiaga untuk memastikan situasi kondusif.
Wali Kota Eri Cahyadi menekankan bahwa perubahan pola perayaan ini adalah wujud kedewasaan dan kepekaan sosial tinggi warga Surabaya. Ia berharap solidaritas ini menjadi pesan utama dalam menutup tahun 2025.
Masyarakat diminta mematuhi arahan ini, menghindari penggunaan petasan atau kembang api yang dapat menimbulkan kebisingan dan bahaya kebakaran. Kesadaran kolektif sangat dibutuhkan untuk menyukseskan imbauan pemerintah.
Hingga berita ini diturunkan, Pemkot Surabaya terus melakukan sosialisasi ke berbagai lapisan masyarakat. Respons positif diharapkan muncul agar malam tahun baru di Surabaya berlangsung syahdu dan penuh makna kemanusiaan.






