Red: TABIRNUSANTARA
Surabaya // 8 Desember 2024 – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) terus berinovasi untuk memberikan kemudahan dan transparansi kepada pelanggan melalui penerapan teknologi digital. Nanang Widyatmoko S,T, Direktur Oprasi, mengumumkan bahwa PDAM akan melakukan uji coba sistem digital baru yang memungkinkan pelanggan untuk membaca sendiri biaya dan tarif air yang digunakan, guna meningkatkan efisiensi administrasi dan memperbaiki pelayanan. Uji coba ini dilaksanakan di wilayah Pakuwon, dengan melibatkan 1.000 pelanggan.
Sistem digital ini dirancang untuk memberikan kemudahan kepada pelanggan dalam memonitor konsumsi air mereka secara langsung. Melalui aplikasi yang disediakan oleh PDAM, pelanggan dapat melihat dengan jelas berapa banyak air yang mereka gunakan dan berapa biaya yang harus dibayar, tanpa perlu menunggu laporan bulanan atau kunjungan petugas. Nanang Widyatmoko juga menjelaskan bahwa inovasi ini bertujuan untuk menciptakan pelayanan yang lebih transparan dan responsif terhadap kebutuhan pelanggan.
Masih Nanang Widyatmoko,” menyampaikan bahwa salah satu tujuan utama penerapan sistem digital ini adalah agar pelanggan dapat lebih mudah memantau penggunaan air mereka dan mengantisipasi biaya yang harus dibayar. Dengan aplikasi ini, pelanggan tidak hanya dapat mengetahui berapa banyak air yang telah digunakan, tetapi juga langsung bisa melihat tarif yang berlaku sesuai dengan jumlah pemakaian. “Ini adalah langkah besar bagi PDAM untuk memperkenalkan sistem yang lebih canggih dan mempermudah pelanggan dalam memahami tagihan mereka,” ujarnya
” keuntungan lain dari sistem ini adalah kemampuan PDAM untuk mengetahui langsung kondisi administrasi pelanggan, sehingga proses pengelolaan data menjadi lebih efisien. Dengan akses langsung ke data penggunaan air, PDAM dapat mengurangi kesalahan dalam penagihan dan lebih cepat dalam mengidentifikasi pelanggan yang mungkin menghadapi masalah pembayaran atau memiliki konsumsi air yang tidak wajar.
Sebagai langkah awal, PDAM memilih wilayah Pakuwon sebagai lokasi uji coba sistem ini, dengan melibatkan 1.000 pelanggan yang sudah terdaftar di sistem. Wilayah ini dipilih karena dianggap memiliki representasi yang cukup baik dalam hal jumlah pelanggan dan variasi pemakaian air. Uji coba ini juga diharapkan bisa mengidentifikasi potensi masalah teknis yang mungkin terjadi sebelum sistem ini diterapkan secara lebih luas.
Dalam uji coba ini, setiap pelanggan yang terlibat akan diberikan akses untuk mengunduh aplikasi PDAM yang terhubung langsung dengan sistem meteran digital. Aplikasi ini akan menampilkan data penggunaan air secara real-time, lengkap dengan perhitungan biaya yang harus dibayar berdasarkan tarif yang berlaku. “Dengan sistem ini, pelanggan dapat langsung mengecek penggunaan mereka dan memperkirakan tagihan yang harus dibayar. Ini akan membantu mereka lebih bijak dalam menggunakan air,” tambah Bambang Sutrisno.
Salah satu keunggulan utama dari penerapan sistem digital ini adalah peningkatan transparansi dalam pengelolaan administrasi. Selama ini, salah satu keluhan utama pelanggan adalah ketidakjelasan dalam rincian tagihan dan sulitnya melakukan pengecekan terhadap penggunaan air yang tercatat. Dengan sistem baru ini, pelanggan dapat melihat langsung data penggunaan mereka tanpa ada celah bagi potensi kesalahan atau penyalahgunaan data.
Lebih jauh lagi, Nanang Widyatmoko juga mengungkapkan bahwa sistem digital ini juga memberikan keuntungan bagi PDAM dalam hal efisiensi operasional. Proses verifikasi penggunaan air akan lebih cepat dan lebih akurat, mengurangi ketergantungan pada kunjungan petugas lapangan yang sering kali membutuhkan waktu dan biaya tambahan. Hal ini akan mempercepat proses penagihan dan meminimalisir kesalahan dalam pembacaan meter.
“berharap bahwa uji coba ini dapat berjalan lancar dan memberikan hasil yang positif, baik dari sisi pelanggan maupun perusahaan. “Kami berharap dengan adanya sistem digital ini, pelanggan merasa lebih puas karena mereka dapat mengontrol penggunaan air mereka secara mandiri dan lebih transparan. Selain itu, PDAM juga bisa meningkatkan kualitas pelayanan dan efisiensi administrasi,” ujarnya.
Jika uji coba ini sukses, PDAM berencana untuk memperluas penerapan sistem digital ini ke wilayah lain dalam waktu dekat. Dengan semakin berkembangnya teknologi, PDAM berkomitmen untuk terus berinovasi agar dapat memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Sistem ini juga akan terus diperbaiki berdasarkan masukan dari pelanggan dan hasil evaluasi uji coba di Pakuwon.
Langkah PDAM dalam menguji coba sistem digital untuk membaca sendiri biaya dan tarif air yang digunakan adalah sebuah inovasi yang membawa kemudahan dan transparansi bagi pelanggan. Dengan melibatkan 1.000 pelanggan di wilayah Pakuwon, PDAM berupaya menciptakan sistem yang lebih efisien dalam mengelola administrasi dan memberi pelanggan kendali lebih besar atas penggunaan air mereka. Jika uji coba ini sukses, sistem ini berpotensi menjadi model untuk pengelolaan air yang lebih modern, efisien, dan transparan di masa depan.
(amiril)






