Transisi Kepemimpinan PDAM Surya Sembada Ujian Konsistensi Layanan di Tengah Kekosongan Direksi

Kinerja Finansial Solid Jadi Modal Hadapi Masa Transisi Enam Bulan Ke Depan

Logo resmi PDAM Surya Sembada Kota Surabaya dengan tulisan perusahaan di atas background putih, sebagai identitas visual perusahaan air minum daerah.
Logo PDAM Surya Sembada Kota Surabaya yang menjadi simbol institusi penyedia layanan air bersih bagi masyarakat. Perusahaan ini sedang menjalani masa transisi kepemimpinan setelah berakhirnya masa jabatan tiga direksi utama, dengan Achmad Prihadi ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas Direktur Utama sembari menunggu proses seleksi direksi definitif yang transparan.

SURABAYA – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Surya Sembada Kota Surabaya, salah satu BUMD andalan pemasok kas daerah, memasuki fase transisi menentukan pasca berakhirnya masa jabatan tiga pucuk pimpinan perusahaan secara bersamaan pada 17 November 2025. Direktur Utama Arief Wisnu Cahyono, Direktur Pelayanan Agung Pribadi, dan Direktur Operasional Nanang Widyatmoko mengakhiri tugas mereka, menyisakan Direktur Keuangan Achmad Prihadi sebagai satu-satunya direksi definitif yang harus mengemban peran ganda sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama. Transisi ini terjadi di tengah catatan kinerja finansial yang solid dengan pendapatan air mencapai Rp 1,007 triliun pada 2023.

Pergantian direksi ini, menurut penjelasan Arief Wisnu Cahyono dalam pesan perpisahannya 24 November 2025, disebabkan oleh kepatuhan terhadap regulasi batas usia. “Saya tidak dapat mencalonkan diri kembali untuk periode berikutnya akibat batasan usia, namun tim internal PDAM dalam kondisi jauh lebih solid dan siap mendukung kepemimpinan baru,” tegas Arief. Selama kepemimpinannya, PDAM berhasil membukukan kinerja keuangan yang konsisten dengan laba bersih rata-rata di atas Rp 200 miliar dalam lima tahun terakhir.

Pemerintah Kota Surabaya melalui Sekretaris Daerah Lilik Arijanto memastikan masa transisi tidak mengganggu layanan publik. “Operasional layanan air bersih 24 jam tetap berjalan normal di bawah kendali Plt, sementara proses seleksi direksi baru ditargetkan tuntas dalam enam bulan ke depan,” jelas Lilik. Untuk menjaga kualitas layanan, semua saluran pengaduan termasuk call center 0358-5091001 dan aplikasi mobile tetap beroperasi penuh.

Proses seleksi direksi baru mendapat sorotan ketat dari DPRD Surabaya. Anggota Komisi B DPRD Surabaya, Baktiono, mendorong open rekrutmen secara terbuka dengan melibatkan berbagai unsur termasuk akademisi dan tokoh masyarakat. Senada dengan itu, Ketua Komisi B DPRD Surabaya, Muhammad Faridz Afif, menekankan prinsip transparansi. “Tidak boleh ada titipan. Calon direksi harus benar-benar memahami kompleksitas jaringan pipa dan persoalan air di Surabaya,” tegas Faridz.

Di balik transisi kepemimpinan, PDAM Surya Sembada meninggalkan warisan kinerja mengesankan. Data menunjukkan konsistensi pertumbuhan dengan pendapatan air meningkat dari Rp 779,102 miliar (2019) menjadi Rp 1,007 triliun (2023), serta kontribusi dividen kumulatif Rp 592,5 miliar dalam lima tahun terakhir. Inovasi layanan seperti Customer Information System (CIS), Mobile Apps untuk penjualan air tangki, dan IoT As A Services untuk pemantauan kualitas air secara real-time turut memperkuat transformasi digital perusahaan.

Namun, tantangan utama masih menghadang dengan tingkat kehilangan air (Non-Revenue Water) yang bertahan di angka 31.06%. Kondisi ini mendorong perlunya percepatan proyek rehabilitasi pipa tua, termasuk proyek Rehabilitasi Jaringan Pipa di Frontage Road Jalan Ahmad Yani senilai Rp93,68 miliar yang berlangsung sejak 23 Juni 2025. Proyek strategis lainnya adalah penyelesaian Instalasi Pengolahan Air Minum (IPAM) Karangpilang IV yang ditargetkan tuntas akhir 2025 untuk menambah kapasitas produksi 1.500 liter per detik.

Ke depan, PDAM Surya Sembada telah menyusun rencana ekspansi dengan mempersiapkan perluasan layanan ke wilayah Sidoarjo dan Gresik pada 2026. “Ekspansi ini akan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah dengan target setoran dividen tahun 2026 mencapai lebih dari Rp100 miliar,” ungkap Muhammad Faridz Afif. Sebagai bentuk komitmen terhadap edukasi publik, PDAM juga mengoptimalkan fungsi “Rumah Air Surabaya” sebagai museum edukasi air yang menampilkan sejarah pengelolaan air dari masa kolonial hingga teknologi masa depan.

Dengan warisan kinerja kuat, proyek strategis berjalan, dan pengawasan ketat legislatif, masa transisi ini menjadi ujian penting tata kelola BUMD di Surabaya. Harapannya, kepemimpinan baru nantinya dapat melanjutkan konsistensi layanan sekaligus menyelesaikan tantangan existing, khususnya dalam menekan tingkat kehilangan air dan mewujudkan cita-cita air minum layak bagi seluruh warga Surabaya dan sekitarnya.

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten dilindungi © Tabir Lentera Nusantara. Dilarang menyalin tanpa izin.
↑ Top