SURABAYA – inas Pendidikan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya kembali menambah sarana pendidikan dengan membangun SMP Negeri Baru Tambak Wedi, Surabaya. Proyek pembangunan gedung sekolah tiga lantai tersebut saat ini masih berada pada tahap awal pekerjaan. Mengingat luas lahan yang cukup besar, pekerjaan diawali dengan pembangunan pagar keliling permanen menggunakan struktur kolom beton bertulang sesuai jarak dan tata letak yang direncanakan.
Pekerjaan pagar keliling dilaksanakan menggunakan pondasi batu kali yang dirangkai dengan sloof beton bertulang di bagian atasnya sebagai elemen penahan beban tembok pagar. Pada setiap bentang kolom, dipasang pasangan batu bata hingga setinggi kolom, yang kemudian diselesaikan dengan pekerjaan plesteran dan acian sebagai tahap finishing.
Berdasarkan pantauan di lapangan, proyek pembangunan struktur gedung SMPN Tambak Wedi Surabaya ini memiliki nilai kontrak Rp 8 miliar dengan waktu pelaksanaan 120 hari kerja. Pekerjaan konstruksi dilakukan secara bertahap sesuai dengan item pekerjaan yang tertuang dalam perencanaan teknis.
Namun demikian, pelaksanaan pondasi batu kali pada pagar keliling menjadi salah satu perhatian. Hal ini mencakup pertanyaan mengenai apakah pondasi tersebut telah memenuhi kekuatan struktur yang dipersyaratkan, termasuk penggunaan batu kali pecah, variasi ukuran batu pada lapisan terbawah sebagai tumpuan utama, serta susunan bertingkat ke atas hingga membentuk pondasi yang kokoh untuk menahan beban sloof beton dan tembok di atasnya.
Pada pekerjaan kolom beton pagar, terlihat penggunaan penyangga beton bertulang dengan sudut kemiringan tertentu yang berfungsi menjaga kestabilan kolom agar tetap tegak selama proses pengecoran. Meski demikian, masih perlu dicermati lebih jauh apakah mutu beton yang digunakan telah sesuai spesifikasi, meliputi karakteristik kuat tekan beton, diameter dan jumlah tulangan, jarak sengkang (beugel), serta ketebalan selimut beton, sebagaimana tercantum dalam gambar kerja dan dokumen bestek.

Selain itu, komposisi campuran beton juga menjadi sorotan. Apakah campuran yang digunakan telah memenuhi standar umum 1 : 2 : 3 (semen, pasir, kerikil) atau menggunakan komposisi lain yang tetap memenuhi syarat kekuatan struktural. Hal serupa juga berlaku pada pekerjaan plesteran dan acian tembok pagar, yang seharusnya menggunakan perbandingan campuran sekitar 1 : 5 atau 1 : 6 (semen dan pasir), sesuai spesifikasi mutu bahan, volume pekerjaan, dan nilai satuan yang direncanakan.
Sorotan utama muncul pada pekerjaan struktur kolom utama gedung di beberapa titik pondasi. Di lapangan terlihat rakitan pembesian kolom menggunakan besi ulir berdiameter besar, yang dicor dengan metode begesting tanam tanah dari pasangan batu bata, hingga mencapai ketinggian sekitar 50 cm di atas permukaan tanah. Setelah proses pengecoran, tampak sisa tulangan besi beton menjulang ke atas.

Namun, setelah kolom dicor hingga ketinggian sekitar 0,75 meter, tulangan kolom tersebut justru dipotong dan tidak diteruskan. Akibatnya, kolom beton yang tersisa hanya memiliki tinggi kurang dari 1 meter, sehingga secara visual menyerupai kolom pendek atau dudukan beton yang lazim digunakan sebagai tumpuan konstruksi baja profil WF.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan mendasar: apakah kolom-kolom pendek tersebut memang direncanakan sejak awal sebagai dudukan konstruksi baja WF, atau seharusnya merupakan kolom beton menerus yang berfungsi sebagai elemen utama penyalur beban struktur gedung hingga lantai tiga sesuai perencanaan teknis.
Sejumlah pekerjaan struktur lainnya pada proyek ini masih terus menjadi pantauan media hingga diperoleh penjelasan resmi dari Dinas Pendidikan Kota Surabaya, serta klarifikasi dari pihak kontraktor pelaksana dan konsultan pengawas, guna memastikan kesesuaian pelaksanaan di lapangan dengan dokumen perencanaan, gambar teknis, dan spesifikasi mutu yang telah ditetapkan.
Diketahui, proyek pembangunan Gedung SMPN Baru Tambak Wedi Surabaya Tahun Anggaran 2025 berada di bawah Satuan Kerja Dinas Pendidikan Kota Surabaya, dengan pagu anggaran Rp 11.881.471.019. Proyek tersebut dimenangkan oleh CV SJU BARU dengan nilai kontrak Rp 8.000.126.789. Konsultan pengawas adalah CV Arlana, dan pengumuman pemenang lelang dilakukan pada 10 November 2025.





