Surabaya — Komitmen untuk meningkatkan kesejahteraan dan kesehatan masyarakat kembali diwujudkan melalui Program Griya Sehat Cahyadi, sebuah inisiatif sosial yang tidak hanya berfokus pada kesehatan, di jalan kapasan 35 yang di sediakan untuk warga Surabaya. Program ini menjadi salah satu langkah nyata dalam memperkuat semangat gotong royong dan kepedulian sosial di Kota Surabaya.
Program Griya Sehat Cahyadi hadir dengan fokus utama, yakni pendirian rumah kesehatan gratis yang dapat diakses masyarakat tanpa biaya. Amanah besar ini dipercayakan kepada Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, bekerja sama dengan Yayasan Bakti Persatuan Tionghoa yang diketuai oleh Bapak Halim dan Bapak Markus.
Dalam sambutannya, Wali Kota Eri Cahyadi menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan. Menurutnya, Griya Sehat bukan hanya tempat berobat, tetapi juga simbol kolaborasi lintas elemen masyarakat dalam menjaga kesehatan warga.
“Kesehatan dan pendidikan adalah fondasi utama kemajuan bangsa. Saya berterima kasih kepada semua pihak yang telah berperan dalam mewujudkan Griya Sehat ini. Semoga semangat kebersamaan ini terus berjalan selamanya,” ujar Eri Cahyadi.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Indah Kurnia, anggota DPR RI Fraksi PDIP, yang memberikan sambutan penuh semangat. Ia menyatakan dukungannya terhadap program sosial yang bermanfaat langsung bagi masyarakat ini.
“Saya sangat mendukung kehadiran Griya Sehat Cahyadi ini. Program ini bukan hanya membantu masyarakat mendapatkan layanan kesehatan gratis, tetapi juga membangun kesadaran pentingnya menjaga kesehatan sejak dini. Tenaga ahli terapis yang disiapkan di sini akan menjadi ujung tombak pelayanan masyarakat,” ujar Indah Kurnia dalam pidatonya.
Dalam acara peresmian tersebut, dilakukan pula prosesi penandatanganan simbolis antara Indah Kurnia dan Wali Kota Eri Cahyadi, sebagai tanda komitmen bersama untuk menjalankan program ini secara berkelanjutan.
Griya Sehat Cahyadi dirancang sebagai rumah kesehatan modern yang tetap mengedepankan sentuhan kemanusiaan. Di tempat ini, masyarakat dapat memperoleh pelayanan terapi kesehatan, konsultasi medis, serta pendampingan kesehatan gratis dari tenaga ahli profesional. Selain itu, pihak yayasan juga merencanakan pengembangan fasilitas edukasi berupa sekolah gratis yang ditujukan bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu.
Ketua Umum Yayasan Bakti Persatuan Tionghoa, Bapak H, menegaskan bahwa kolaborasi ini adalah bentuk nyata kepedulian lintas golongan.
“Kami ingin berbagi manfaat bagi sesama tanpa melihat perbedaan. Kesehatan dan pendidikan adalah hak semua warga, dan melalui program ini kami berharap bisa membantu pemerintah kota dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Bapak Markus selaku pembina yayasan menambahkan bahwa program ini akan terus dijalankan secara berkelanjutan, bukan sekadar seremonial.
“Kami akan memastikan Griya Sehat Cahyadi terus beroperasi dan melayani warga setiap hari. Ini adalah bentuk pengabdian sosial yang kami niatkan untuk berjalan selamanya,” tegasnya.
Dengan semangat kebersamaan antara pemerintah, legislatif, dan komunitas sosial, Program Griya Sehat Cahyadi menjadi contoh nyata sinergi dalam membangun kota yang sehat dan berdaya. Harapannya, langkah mulia ini dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk turut menghadirkan program serupa yang berpihak pada kesejahteraan rakyat.
Editor : lutfi






