[DITULIS PADA: RABU, 10 DESEMBER 2025]
Surabaya — Sejumlah massa aksi unjuk rasa peringatan Hari Antikorupsi Sedunia memadati jalur frontage road Jalan Ahmad Yani, Surabaya, tepatnya di depan kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur, pada Rabu (10/12/2025). Aksi ini mengakibatkan arus lalu lintas di kawasan arteri utama tersebut mengalami kemacetan signifikan karena sebagian badan jalan tertutup oleh kerumunan massa.
Berdasarkan pantauan di lokasi, kepadatan kendaraan mulai terlihat mengular sejak traffic light setelah Gedung Graha Pena. Titik kemacetan terparah terjadi tepat di depan gerbang Kejati Jatim, di mana massa berkonsentrasi hingga menutup akses kelancaran kendaraan yang melintas di jalur lambat tersebut.
Satlantas Polrestabes Surabaya melalui akun Instagram resminya segera merespons situasi ini dengan memberikan imbauan kepada masyarakat. Pihak kepolisian meminta pengguna jalan untuk menghindari jalur frontage dan beralih menggunakan jalur protokol atau jalur cepat Jalan Ahmad Yani guna mengurai kepadatan.
Di lokasi kejadian, terlihat puluhan massa aksi yang mengenakan pakaian serba hitam memarkirkan kendaraan roda dua mereka di bahu jalan. Sebuah mobil komando dengan pengeras suara juga tampak diparkir melintang, lengkap dengan spanduk besar bertuliskan ‘Wes Gak Wayahe Korupsi’ yang dibentangkan sebagai simbol tuntutan.
Mengacu pada Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum, penyampaian aspirasi merupakan hak setiap warga negara. Namun, regulasi tersebut juga mengatur bahwa pelaksanaannya wajib menghormati hak-hak orang lain, termasuk pengguna jalan, serta menaati aturan ketertiban umum yang berlaku.
Dampak dari aksi ini dirasakan langsung oleh para pengguna jalan, salah satunya Wahyuni (31), seorang pengendara motor yang melintas. Ia menuturkan bahwa kepadatan lalu lintas sebenarnya sudah mulai terasa sejak dari kawasan Bundaran Waru, yang merupakan pintu masuk utama Kota Surabaya dari arah Sidoarjo.
“Tadi mereka sepertinya kumpul di Jalan Ahmad Yani dekat Bundaran Waru, jadi sempat macet juga di sana sebelum akhirnya menumpuk di sini,” ujar Wahyuni saat memberikan keterangan di tengah kemacetan.
Hingga berita ini diturunkan, massa aksi terlihat masih berkumpul di titik aksi namun belum memulai orasi secara penuh. Kegiatan ini dikonfirmasi sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Antikorupsi Sedunia yang jatuh pada bulan Desember.
Sejumlah petugas kepolisian telah disiagakan di sekitar lokasi demonstrasi. Selain bertugas mengamankan jalannya penyampaian pendapat, petugas juga sibuk melakukan pengaturan arus lalu lintas untuk meminimalisir dampak kemacetan yang lebih luas.
Satlantas Polrestabes Surabaya memastikan akan terus memberikan pembaruan informasi terkait kondisi lalu lintas di kawasan tersebut. Masyarakat diimbau untuk tetap memantau informasi terkini sebelum melintasi kawasan Ahmad Yani Surabaya.






