DITULIS PADA: 22 DESEMBER 2024
Surabaya – Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menegaskan kekuatan partai terletak pada arus bawah dalam pembukaan Konferensi Daerah (Konferda) dan Konferensi Cabang (Konfercab) serentak PDIP Jawa Timur di Hotel Shangri-La, Surabaya, pada 20-21 Desember 2024. Acara yang diikuti ribuan kader dari 38 DPC se-Jawa Timur ini menjadi momentum konsolidasi dan penyusunan program strategis partai, termasuk inisiatif pendanaan startup untuk generasi muda.
Konferensi ini merupakan agenda lima tahunan untuk evaluasi dan suksesi kepemimpinan di tingkat daerah. Menurut panitia, acara ini juga berfungsi sebagai etalase kesiapan struktur partai dan menjadi putaran akhir konsolidasi nasional PDIP di Pulau Jawa sebelum dilanjutkan ke sejumlah provinsi lain.
Hasto Kristiyanto dalam sambutannya menekankan pentingnya kader belajar dari sejarah. Ia menyebutkan lima fondasi historis Jawa Timur bagi partai, mulai dari era Kerajaan Majapahit, jejak ideologis Bung Karno, peristiwa 10 November 1945, deklarasi Megawati Soekarnoputri sebagai ketua umum pada 1993, hingga gerakan kader di akar rumput. “Kekuatan PDI Perjuangan terletak pada arus bawah,” ujarnya.
Ketua DPD PDIP Jawa Timur Said Abdullah menegaskan, konferensi ini bukan ajang perpisahan, tetapi penguatan soliditas keluarga besar partai. Ia mengingatkan kader untuk tidak memecah belah organisasi demi kepentingan pribadi atau politik pragmatis jangka pendek. “Cita-cita besar bersama ini jangan kita cacah dan kotak-kotakkan,” tegas Said.
Selain pidato penguatan internal, konferensi merancang agenda kerja konkret. Salah satu program andalan yang diumumkan adalah Youth Venture Fund (YVF), yang menargetkan pembentukan 50.000 startup baru yang digerakkan anak muda hingga tahun 2030. Program ini merupakan bagian dari fokus partai pada pendidikan inklusif dan pengembangan ekonomi pemuda di Jawa Timur.
Pelaksanaan konferensi tingkat daerah seperti ini diatur dalam mekanisme internal partai politik. Secara umum, kegiatan organisasi partai politik, termasuk konferensi, musyawarah, dan suksesi kepemimpinan, mengacu pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) masing-masing partai yang disusun berdasarkan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2008 tentang Partai Politik.
Konferensi ini juga menjadi sarana regenerasi kepemimpinan partai. Sekretaris DPD PDIP Jatim Sri Untari Bisowarno menyatakan bahwa generasi awal reformasi perlu mulai memberikan tongkat estafet kepada kaum muda, dengan memperhatikan pula keterwakilan perempuan yang berkualitas di semua lini kepengurusan.
Di sisi lain, partai mengimbau kader untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana. Pesan ini disampaikan menyusul peringatan dari Ketua DPP PDIP Bidang Ideologi, Djarot Saiful Hidayat, mengenai ancaman siklon tropis di wilayah Jawa bagian selatan.
Menyikapi pemerintahan baru mendatang, Hasto menyatakan bahwa sikap politik resmi PDIP akan ditentukan setelah mendengar masukan dari struktur bawah. Rencananya, masukan dari seluruh DPC dan DPD akan dibahas dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ke-V partai.
Dalam kesempatan terpisah, Hasto juga menyampaikan langkah konkret partai dalam penanggulangan bencana. Ia mengumumkan pengiriman tim Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) PDIP gelombang keempat ke Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara, yang diperkuat dengan kapal Laksamana Malahayati.
Konferensi yang berlangsung selama dua hari tersebut menutup rangkaian konsolidasi PDIP di Pulau Jawa. Partai akan segera melanjutkan agenda serupa di wilayah lain, termasuk Sulawesi Utara, Jawa Tengah, dan Sumatera Barat.






