Pasuruan, 24 November 2025 – Banjir kembali melanda Kabupaten Pasuruan dengan dua titik kejadian terpisah pada Senin (24/11/2025). Di Dusun Balungrejo, Desa Kedungringin, Kecamatan Beji, genangan air setinggi 50 centimeter muncul akibat luapan Sungai Wrati. Sementara di Lokasi Kangkungan, Desa Siyar, Kecamatan Rembang, warga menghadapi genangan lebih parah yang mencapai ketinggian satu meter sejak pukul 15.30 WIB.
Berdasarkan pantuan di lapangan, banjir di Kangkungan, Rembang terjadi setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut secara terus-menerus dari pukul 13.00 hingga 15.30 WIB. “Air yang menggenangi permukiman warga ini merupakan kiriman dari kawasan hulu di Purwosari dan sekitarnya,” jelas seorang aparatur desa setempat yang tengah memantau lokasi. Tim dari Koramil setempat juga hadir langsung ke lokasi untuk melakukan assessment dan memantau perkembangan kondisi.
Sementara di Desa Kedungringin, fokus penanganan masih pada pemenuhan kebutuhan dasar warga. Sebanyak 265 kepala keluarga (KK) yang terdampak genangan air 50 centimeter menerima distribusi bantuan air bersih menggunakan tangki berkapasitas 9.000 liter. “Bantuan air bersih ini sangat mendesak untuk memenuhi kebutuhan minum dan memasak warga yang terdampak,” tambah koordinator relawan setempat.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya telah mengeluarkan peringatan dini untuk potensi cuaca ekstrem di hampir seluruh wilayah Jawa Timur, termasuk Pasuruan, pada periode 20-29 November 2025. Peringatan ini terbukti dengan terjadinya banjir di dua lokasi berbeda dalam hari yang sama.
Data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat banjir telah melanda tujuh desa di Kabupaten Pasuruan sejak 21 November lalu, dengan total 2.060 kepala keluarga dan 2.069 rumah terdampak. Upaya mitigasi jangka panjang seperti normalisasi Sungai Petung yang dilakukan BPBD Kota Pasuruan diharapkan dapat mengurangi risiko banjir serupa di masa mendatang.





