Askrindo Catat Rekor Penjaminan KUR Rp1.096 Triliun, Bukti Kongkret Dukung UMKM dan Serap Tenaga Kerja

Kinerja Kuartal III-2025 Tunjukkan Fondasi Keuangan Kuat, Dampak Positif Terasa Hingga ke Daerah

·Surabaya—PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo), sebagai bagian strategis dari Indonesia Financial Group (IFG), kembali menegaskan perannya sebagai penggerak ekonomi nasional. Hingga September 2025, nilai kumulatif penjaminan Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang dikelola perusahaan telah menembus angka fantastis, yaitu Rp1.096 triliun.

Pencapaian monumental ini tidak hanya tentang angka, tetapi lebih tentang dampak sosial yang dihadirkan. Program ini telah menjangkau 35,8 juta debitur UMKM dan yang paling membanggakan, berhasil membuka 61,8 juta lapangan kerja bagi masyarakat Indonesia dari berbagai pelosok negeri.

Direktur Utama Askrindo, M Fankar Umran, menyatakan kebanggaannya atas kontribusi perusahaan. “Pencapaian ini adalah bukti nyata komitmen Askrindo dalam memperluas inklusi keuangan dan menyediakan pembiayaan produktif bagi para pelaku UMKM. Kami mewujudkannya melalui kolaborasi yang solid dengan 26 bank penyalur yang jaringan nya menjangkau seluruh Indonesia,” jelas Fankar.

Dukungan ini tidak lepas dari fondasi keuangan Askrindo yang sangat sehat. Hingga triwulan III-2025, posisi keuangan penjaminan KUR menunjukkan fundamental yang kuat dengan total aset sebesar Rp15,4 triliun dan ekuitas Rp14 triliun. Nilai outstanding pertanggungan tercatat Rp99,5 triliun dengan gearing ratio yang sehat di angka 7,09 kali.

“Kinerja keuangan yang solid ini mencerminkan kapasitas Askrindo yang tangguh dalam mendukung keberlanjutan program KUR secara nasional. Posisi kami bukan sekadar penjamin, melainkan mitra pertumbuhan yang berdedikasi untuk menguatkan ketahanan dan daya berkembang UMKM Indonesia,” tegas Fankar.

Dampak program KUR juga terbukti signifikan dalam memacu percepatan ekonomi di tingkat daerah. Hasil analisis data IFG Progress menunjukkan fakta yang menggembirakan: kabupaten yang aktif memanfaatkan KUR mencatat pertumbuhan PDB per kapita yang lebih tinggi. Pertumbuhannya bahkan sangat detail, yakni 7,2% untuk penerima KUR pertama, 5,7% untuk penerima berulang, dan melonjak hingga 8,5% bagi wilayah yang menggabungkan KUR dengan kredit komersial. Temuan ini menegaskan bahwa pembiayaan yang tepat sasaran adalah kunci penggerak ekonomi daerah.

Dengan kontribusi yang terus berlanjut, Askrindo memantapkan diri sebagai pilar penting dalam ekosistem pembiayaan Indonesia, tidak hanya menjaga stabilitas sistem keuangan tetapi juga aktif menciptakan lapangan kerja dan mendorong pemerataan pertumbuhan ekonomi hingga ke akar rumput.

EDITOR

Iklan Promo
Iklan Promo

Iklan Harian Radar!

Dapatkan penawaran menarik hanya untuk Anda. Jangan lewatkan kesempatan ini!

Hubungi Agen

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

↑ Top