Surabaya, 16 Agustus 2025 – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke- 80, warga RT 08 Kelurahan Wonokusumo, Kecamatan Semampir, menggelar malam tasyakuran yang meriah dan penuh semangat kebangsaan. Acara ini diselenggarakan di Balai RT 08 yang terletak di Tenggumung Karya Lor Gang 14 dan dihadiri oleh warga setempat, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta para pemuda dan anak-anak yang turut memeriahkan suasana.
Acara dimulai tepat pukul 19.30 WIB dengan suasana khidmat dan penuh kekeluargaan. Ketua RT 08, Bapak Chemy, membuka acara dengan sambutan hangat yang menyampaikan rasa syukur atas nikmat kemerdekaan yang telah diraih dan pentingnya menjaga persatuan serta semangat gotong royong di tengah masyarakat. Dalam sambutannya, beliau juga mengajak seluruh warga untuk terus menanamkan nilai-nilai nasionalisme dan cinta tanah air kepada generasi muda.
Sebagai pembuka acara, hadirin bersama-sama menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang dipimpin oleh Ibu Rina, seorang kader PKK dan guru seni musik di lingkungan sekitar. Nyanyian penuh semangat ini menggetarkan suasana dan membawa semangat kemerdekaan yang mendalam bagi setiap peserta yang hadir.
Selanjutnya, Bapak Udin, salah satu tokoh masyarakat yang dihormati, membacakan dengan lantang Teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, mengingatkan kembali detik-detik bersejarah saat bangsa ini memproklamasikan kemerdekaannya pada 17 Agustus 1945. Suasana menjadi hening dan penuh haru ketika setiap kata dalam teks tersebut menggema di balai warga, membangkitkan rasa syukur dan bangga sebagai bagian dari bangsa Indonesia.
Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan pidato Wali Kota Surabaya yang diwakilkan oleh Bapak Yono, tokoh masyarakat yang juga aktif dalam berbagai kegiatan sosial di RT 08. Dalam pidato tersebut, Wali Kota menyampaikan apresiasi atas semangat nasionalisme yang ditunjukkan oleh warga dan mendorong agar semangat 17 Agustus tidak hanya dirayakan secara seremonial, tetapi juga diwujudkan dalam kerja nyata untuk kemajuan kota dan kesejahteraan masyarakat.
Tidak hanya itu, malam tasyakuran ini juga diisi dengan doa bersama yang dipimpin oleh tokoh agama setempat, memohon agar Indonesia selalu diberi keberkahan, kedamaian, dan kemajuan yang berkelanjutan. Warga pun tampak antusias mengikuti setiap rangkaian acara dengan tertib dan penuh semangat.
Setelah acara resmi selesai, warga menikmati santapan sederhana namun penuh makna yang telah disiapkan secara gotong royong oleh ibu-ibu PKK dan karang taruna. Hidangan tradisional seperti tumpeng, nasi kuning, dan aneka jajanan pasar menjadi simbol kebersamaan dan kekompakan warga RT 08.
Malam tasyakuran ini menjadi bukti nyata bahwa semangat 17 Agustus tidak pernah pudar, bahkan terus hidup dan tumbuh dalam kehidupan bermasyarakat. Kebersamaan, nasionalisme, dan rasa syukur menjadi inti dari setiap perayaan, membuktikan bahwa kemerdekaan bukan hanya tentang masa lalu, tetapi juga tentang tanggung jawab bersama untuk masa depan bangsa.
Reporter: yono






