SURABAYA – Momentum Hari Kasih Sayang dimaknai berbeda oleh Jajaran petugas di Samsat Surabaya Utara. Bukan sekadar Seremoni, Sabtu (14/02/2026), pelayanan publik dikemas dengan pendekatan humanis melalui pembagian cokelat kepada masyarakat yang melakukan pembayaran pajak kendaraan bermotor.
Kegiatan ini dilaksanakan langsung di area pelayanan, mulai dari loket pendaftaran, verifikasi berkas, hingga penyerahan bukti pembayaran. Setiap wajib pajak yang telah menyelesaikan kewajibannya tepat waktu menerima cokelat sebagai simbol apresiasi dan bentuk kedekatan emosional antara petugas dan masyarakat.
Petugas yang terlibat, di antaranya Bripka Anggie dan Brigadir Chandra, Turun langsung menyapa wajib pajak. Mereka Tidak hanya menyerahkan cokelat, Tetapi juga berdialog singkat, Memastikan proses administrasi berjalan lancar tanpa kendala.
Menurut Bripka Anggie, kegiatan ini merupakan bagian dari strategi pendekatan persuasif yang dilakukan jajaran Polantas dalam meningkatkan kesadaran masyarakat Terhadap pentingnya Tertib administrasi kendaraan bermotor.
Kami ingin menyapa langsung masyarakat, sekaligus memberikan apresiasi kepada mereka yang taat aturan. Dengan membayar pajak kendaraan tepat waktu, berarti masyarakat turut berkontribusi dalam pembangunan daerah, ujarnya.
Pendekatan ini dinilai efektif membangun citra pelayanan publik yang ramah, responsif, dan tidak berjarak. Suasana pelayanan yang biasanya identik dengan antrean administratif, pada hari itu terasa lebih cair dan komunikatif.
Pelayanan di Samsat Surabaya Utara sendiri mencakup:
– Pengesahan STNK tahunan
– Pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor (PKB)
– Pembayaran Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB),
– Pengurusan mutasi kendaraan
Informasi tunggakan dan denda pajak.
Dalam pelaksanaannya, alur pelayanan Tetap mengacu pada standar operasional prosedur (SOP), yakni:
– Pengambilan nomor antrean
– Verifikasi dokumen (KTP, STNK, BPKB bila diperlukan).
– Penetapan besaran pajak
– Pembayaran melalui loket resmi
– Pengesahan dan penyerahan dokumen.
Tidak ada perlakuan khusus dalam proses administrasi meskipun terdapat pembagian cokelat. Kegiatan bersifat simbolik dan tidak Mempengaruhi mekanisme pelayanan Maupun besaran biaya yang telah ditetapkan sesuai regulasi.
Secara substantif, kegiatan ini memiliki tujuan edukatif. Pajak kendaraan bermotor merupakan salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang digunakan untuk pembiayaan infrastruktur, perbaikan jalan, fasilitas publik, hingga layanan sosial.
Melalui interaksi langsung, petugas juga mengingatkan masyarakat tentang:
– Pentingnya membayar pajak sebelum jatuh tempo
– Risiko denda keterlambatan
– Konsekuensi hukum jika kendaraan tidak terdaftar atau menunggak pajak.
– Pendekatan yang digunakan bersifat persuasif, bukan represif.
Strategi ini dinilai lebih efektif dalam membangun kesadaran jangka panjang dibanding sekadar penindakan di lapangan.Beberapa wajib pajak yang ditemui mengaku terkejut sekaligus mengapresiasi inisiatif tersebut.
Mereka menilai langkah kecil seperti ini menunjukkan bahwa pelayanan publik bisa dilakukan dengan sentuhan empati.
Selain meningkatkan kedekatan, kegiatan ini juga menjadi pesan moral bahwa membayar pajak bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan bentuk partisipasi nyata dalam pembangunan daerah.
Pihak Samsat menegaskan bahwa seluruh proses pelayanan Tetap mengedepankan:
– Transparansi biaya sesuai Peraturan Daerah
– Tanpa pungutan di luar ketentuan
– Sistem pembayaran resmi melalui loket dan kanal yang tersedia
Pengawasan internal terhadap disiplin petugas.
Momentum Valentine dijadikan simbol pelayanan dengan hati namun esensinya tetap pada peningkatan kualitas layanan, integritas aparatur, dan kepatuhan masyarakat.
Dengan pendekatan humanis namun Tetap profesional, Samsat Surabaya Utara berharap tingkat kepatuhan wajib pajak terus meningkat, sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi pelayanan administrasi kendaraan bermotor Pungkasnya,
![]()






