Pelayanan ULP PLN Perak Dikeluhkan, Warga Kecewa Hanya Ditemui Siswa Magang

Minimnya petugas definitif di meja pelayanan membuat puluhan pelanggan menunggu lama tanpa kepastian solusi.

Sejumlah perempuan paruh baya duduk berjejer di bangku ruang tunggu kantor PLN dengan latar belakang logo PLN
Sejumlah warga menunggu antrean pelayanan di lobi kantor ULP PLN Perak, Surabaya, Jumat (21/11/2025). Pelanggan mengeluhkan lamanya waktu tunggu dan minimnya petugas yang melayani.

SURABAYA – Kualitas pelayanan publik di kantor Unit Layanan Pelanggan (ULP) PLN Perak menjadi sorotan warga pada Jumat (21/11/2025). Sejumlah pelanggan yang didominasi oleh kalangan ibu-ibu mengaku kecewa lantaran harus menunggu lama di lobi kantor tanpa mendapatkan kepastian layanan yang memadai dari petugas berwenang.

Berdasarkan pantauan langsung di lokasi, kekecewaan warga dipicu oleh kekosongan petugas resmi di meja pelayanan (front office). Posisi krusial yang seharusnya diisi oleh pegawai berkompeten untuk menangani keluhan dan administrasi pelanggan, justru terlihat hanya dijaga oleh siswa magang berseragam sekolah. Hal ini membuat proses komunikasi dan penyelesaian masalah teknis menjadi terhambat karena keterbatasan wewenang dan kapasitas para siswa magang tersebut.

Dua orang wanita berseragam cokelat sedang duduk menunduk di balik meja pelayanan marmer berwarna putih.
Suasana di meja pelayanan (front office) ULP PLN Perak yang hanya dijaga oleh siswa magang. Ketidakhadiran pegawai tetap di garda depan pelayanan menjadi sorotan utama keluhan warga.

Salah satu warga di lokasi menuturkan keresahannya melihat antrean yang stagnan. Menurutnya, situasi ini sangat merugikan waktu masyarakat, terutama para ibu rumah tangga yang menyempatkan diri datang untuk mengurus hak kelistrikan mereka. “Kasihan ibu-ibu dari tadi disuruh menunggu di lobi saja. Petugas PLN tidak ada yang menemui, kami hanya ditemui oleh anak magang sekolah,” ujar warga tersebut.

Kondisi minimnya petugas di jam pelayanan ini dinilai masyarakat sebagai bentuk pembiaran. Warga menyayangkan instansi pelayanan publik sekelas PLN ULP Perak tidak menyiagakan sumber daya manusia yang cukup untuk melayani pelanggan yang datang secara langsung. Masyarakat berharap pihak manajemen segera melakukan evaluasi agar pelayanan tidak lagi terkesan ditinggalkan dan hanya dibebankan kepada siswa yang sedang belajar.

EDITOR

Iklan Promo
Iklan Promo

Iklan Harian Radar!

Dapatkan penawaran menarik hanya untuk Anda. Jangan lewatkan kesempatan ini!

Hubungi Agen

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

↑ Top