Surabaya – Proyek Dana Kelurahan (Dakel) di wilayah Kelurahan Jambangan, Kecamatan Jambangan, Surabaya, menjadi sorotan warga. Pekerjaan jalan paving yang seharusnya meningkatkan kualitas infrastruktur justru menuai dugaan penyimpangan. Baru genap satu bulan selesai dikerjakan, kondisi paving sudah amburadul dan rusak di berbagai titik.
Menurut pantauan warga setempat, berinisial F , material paving yang dipasang terlihat tidak memenuhi standar kualitas. Banyak batu paving yang mudah pecah dan bergelombang, sehingga menimbulkan genangan air saat hujan. “Kami heran, baru selesai sebentar kok sudah rusak. Sepertinya materialnya tidak berkualitas,” ujarnya.
Dugaan Keuntungan Pribadi
” F, menduga, kerusakan cepat ini bukan sekadar akibat cuaca. Mereka menuding ada permainan antara lurah, penyedia barang dan jasa, serta konsultan pengawas proyek. Dana besar yang digelontorkan melalui program Dakel diduga dimanfaatkan untuk meraup keuntungan pribadi.
“Kalau pekerjaannya seperti ini, jelas patut dipertanyakan. Dana pemerintah kan bukan sedikit. Jangan sampai proyek hanya jadi ajang mencari keuntungan,” kata tokoh masyarakat setempat.
Peran Pokmas dan Konsultan Pengawas Disorot
Pelaksana proyek diketahui berasal dari Kelompok Masyarakat (Pokmas) yang ditunjuk sebagai pihak pelaksana. Namun, pengawasan yang seharusnya ketat tampak longgar. Konsultan pengawas yang dibayar untuk mengawal kualitas pekerjaan dinilai tidak menjalankan tugas sebagaimana mestinya.
Arif sebagai pemerhati sosial, menilai Lurah Jambangan sebagai penanggung jawab wilayah seharusnya memastikan spesifikasi teknis sesuai perencanaan. Namun, hingga kini belum ada klarifikasi resmi dari pihak kelurahan. Upaya konfirmasi wartawan kepada Lurah Jambangan melalui telepon dan pesan singkat belum mendapat jawaban.
Desakan Warga dan Potensi Tindak Lanjut
” F meminta Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas terkait segera turun tangan memeriksa pekerjaan proyek Dakel ini. Mereka menuntut audit anggaran dan kualitas material, serta meminta pertanggungjawaban pihak-pihak yang terlibat jika terbukti ada pelanggaran.
“Ini uang rakyat. Kami berharap Pemkot tidak tinggal diam. Kalau dibiarkan, ini jadi preseden buruk bagi proyek serupa di wilayah lain,” tegas salah satu perwakilan warga.
Transparansi dan Pengawasan Jadi Kunci
Program Dana Kelurahan sebenarnya dirancang untuk memperkuat pembangunan berbasis kebutuhan masyarakat. Namun, tanpa transparansi dan pengawasan ketat, program mulia tersebut rawan disalahgunakan.
Kasus di Jambangan ini diharapkan menjadi perhatian serius bagi aparat penegak hukum dan lembaga pengawas keuangan daerah. Pemeriksaan menyeluruh terhadap kualitas paving, dokumen kontrak, dan alur dana akan menjadi langkah penting untuk memastikan penggunaan dana publik sesuai aturan dan mencegah kerugian negara.
Editor;lutfi






