KASUS KBS NAIK PENYIDIKAN KEJATI JATIM BIDIK KERUGIAN NEGARA BERTAMBAH DIATAS Rp.7 MILIAR

Foto : Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Jatim, Wagiyo Santoso,saat ditemui di Kejati Jatim, Rabu (25/2/2026).

SURABAYA – Penanganan dugaan korupsi pengelolaan keuangan di Kebun Binatang Surabaya (KBS) resmi masuk tahap penyidikan. Kejaksaan Tinggi Jawa Timur memperkirakan potensi kerugian negara tidak berhenti di kisaran awal Rp5–7 miliar, melainkan berpeluang membengkak.

Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Jatim, Wagiyo Santoso, menegaskan penyidik langsung bergerak cepat sejak surat perintah penyelidikan diterbitkan. Penggeledahan dilakukan dan dokumen-dokumen penting terkait pengelolaan keuangan KBS telah diamankan, termasuk yang berkaitan dengan penyitaan.

“Dokumen sudah kami kumpulkan cukup banyak. Itu menjadi dasar kami masuk ke tahap penyidikan,” kata Wagiyo, Rabu (25/2/2026).

Penyidik juga telah memeriksa empat orang saksi yang seluruhnya terkait fungsi keuangan. Jumlah tersebut dipastikan belum final dan akan bertambah seiring pendalaman perkara.
“Sementara empat saksi. Kalau nanti ditemukan keterlibatan pihak lain, pasti kami panggil,” tegasnya.

Temuan krusial lain berasal dari hasil audit Kantor Akuntan Publik (KAP). Meski audit tersebut bersifat internal, isinya justru membuka indikasi kuat adanya penyimpangan.

Dokumen audit itulah yang menjadi entry point penyidik untuk menaikkan status perkara ke penyidikan.
“Soal siapa saja yang terlibat, kami belum bisa sampaikan. Konstruksi perkaranya masih kami dalami secara menyeluruh,” ujar Wagiyo.

Terkait nilai kerugian negara, Kejati Jatim memastikan kerugian telah nyata terjadi. Pada ekspos awal, angka kerugian ditaksir Rp5–7 miliar. Namun perkembangan data terbaru menunjukkan lonjakan signifikan.
“Awalnya di kisaran itu. Tapi data terakhir sangat berkembang,” ungkapnya.

Kondisi tersebut membuka kemungkinan nilai kerugian negara jauh melampaui estimasi awal, seiring pengusutan alur keuangan dan penggunaan anggaran di internal KBS. Kejati Jatim meminta dukungan publik dan media untuk terus mengawal perkara ini hingga tuntas, seiring potensi perkara yang bisa melebar dan menyeret lebih banyak pihak.

Iklan Promo
Iklan Promo

Iklan Tabir Lentera Nusantara!

Dapatkan penawaran menarik hanya untuk Anda. Jangan lewatkan kesempatan ini!

Hubungi Agen
Penulis: Bgs/sul /matEditor: MT.SARI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

↑ Top