Pencurian Terekam CCTV: Pelaku Pura-Pura Shalat Sebelum Gasak Motor Jamaah di Masjid Sirotol Mustaqim
Surabaya, 21 Agustus 2025 — Aksi pencurian sepeda motor kembali terjadi di lingkungan tempat ibadah. Kali ini, Masjid Sirotol Mustaqim yang beralamat di Jalan Kedinding Lor No. 99 A, Surabaya, menjadi lokasi kejadian. Seorang pria terekam kamera CCTV melakukan pencurian sepeda motor milik jamaah masjid usai berpura-pura ikut salat berjamaah.
Kejadian ini berlangsung pada tanggal 4 Agustus malam sekitar pukul 19.00 WIB, bertepatan dengan pelaksanaan Salat Isya berjamaah. Berdasarkan rekaman kamera pengawas yang terpasang di area parkir masjid, pelaku terlihat datang dengan berjalan kaki dan memasuki area masjid dengan tenang, seolah-olah hendak melaksanakan salat seperti jamaah lainnya.
Dalam rekaman yang berhasil diamankan, pelaku tampak mengenakan pakaian muslim dan berkopiah, agar tidak menimbulkan kecurigaan. Ia kemudian masuk ke dalam masjid, mengambil posisi di shaf belakang, dan mengikuti gerakan salat. Namun, berdasarkan penuturan salah satu saksi mata yang juga merupakan pengurus masjid, pelaku keluar terlebih dahulu sebelum salat selesai, dan langsung menuju area parkir.
Tidak butuh waktu lama, pelaku dengan sigap membuka kunci sepeda motor jenis Honda Beat milik salah satu jamaah yang terparkir di halaman masjid. Dalam hitungan detik, ia berhasil membawa kabur kendaraan tersebut, sebelum sebagian besar jamaah keluar dari masjid.
“Pelaku sepertinya sudah memantau situasi. Dia tahu kapan jamaah sedang khusyuk salat, dan memanfaatkan momen itu untuk beraksi,” ujar Ustaz H. Miftahul Huda, salah satu pengurus Masjid Sirotol Mustaqim.
Pihak masjid langsung melaporkan kejadian ini ke Polsek Kenjeran. Polisi telah menerima rekaman CCTV yang memperlihatkan dengan cukup jelas wajah pelaku. Ciri-ciri fisik dan pakaian yang dikenakan saat kejadian diharapkan dapat membantu proses identifikasi dan penangkapan.
Zainudin sebagai wakil Takmir mesjid Sirotol Mustaqim mengharap pihak kepolisian bisa bertindak menyisir sejumlah titik dan berkoordinasi dengan RT/RW setempat serta masjid-masjid lain di sekitar lokasi untuk mengantisipasi kemungkinan pelaku beraksi kembali,” jelasnya.
Sementara itu, korban yang enggan disebutkan namanya mengaku sangat menyesal tidak mengunci setir sepeda motornya tergantung karena merasa aman di lingkungan masjid. “Saya tidak menyangka orang bisa sampai tega seperti itu, berpura-pura salat hanya untuk mencuri,” ujarnya dengan nada sedih.
Pengurus Masjid Sirotol Mustaqim mengimbau kepada seluruh jamaah agar lebih berhati-hati dan waspada saat memarkirkan kendaraan, bahkan di lingkungan tempat ibadah sekalipun. Rencananya, masjid juga akan memperketat sistem keamanan dengan menambah jumlah kamera pengawas dan membentuk tim keamanan lingkungan berbasis jamaah.
Kejadian ini menjadi peringatan penting bahwa tindak kriminal bisa terjadi di mana saja, bahkan di tempat yang selama ini dianggap aman dan sakral. Polisi berharap dengan adanya bukti rekaman wajah pelaku, masyarakat yang mengenali sosok tersebut dapat segera memberikan informasi kepada pihak berwajib demi mempercepat proses penangkapan.
Reporter; amiril






