Bangunan Pasar Burung Dolly Mangga, Disulap Warga Jadi Workshop Meja Biliar

Dari Kawasan Eks Lokalisasi ke Sentra Produksi yang Ekspansif

Foto tampak depan gerbang bangunan Pasar Burung dan Batu Akik Dolly di Surabaya dengan atap rangka baja yang tinggi. Terlihat papan nama besar dengan ikon burung, pagar besi pembatas, dan spanduk oranye bertuliskan 'Posko Penempatan Calon Pedagang'. Seorang warga tampak melintas di depan pagar menggunakan sepeda motor membawa muatan barang.
Foto tampak depan gerbang bangunan Pasar Burung dan Batu Akik Dolly di Surabaya dengan atap rangka baja yang tinggi. Terlihat papan nama besar dengan ikon burung, pagar besi pembatas, dan spanduk oranye bertuliskan 'Posko Penempatan Calon Pedagang'. Seorang warga tampak melintas di depan pagar menggunakan sepeda motor membawa muatan barang.

Surabaya — Bangunan Pasar Burung di kawasan eks lokalisasi Dolly, Surabaya, yang mangkrak dan tak terurus kini menemukan kehidupan barunya. Atas inisiatif warga setempat, M. Ridwan Tanro (44), ruang yang sepi itu dialihfungsikan menjadi workshop pembuatan meja biliar yang justru menjangkau pasar nasional.

Ridwan, yang juga merupakan Ketua RT di kawasan tersebut, menyatakan bahwa langkah ini diambil untuk memberdayakan warga sekitar setelah para pedagang UMKM tak lagi mampu bertahan dan bangunan dibiarkan kosong sejak sekitar tahun 2021. “Daripada dibiarkan kosong, sementara saya gunakan. Yang penting bermanfaat untuk sesama,” ujarnya seperti dikutip pada Rabu (26/11/2025).

Dalam operasinya, Ridwan melibatkan setidaknya tujuh orang warga yang rata-rata telah berumah tangga, menciptakan lapangan kerja baru di lingkungan mereka. Aktivitas produksi berlangsung setiap hari dari pukul 08.00 hingga 16.00 WIB. Dengan tim ini, mereka mampu memproduksi minimal tiga meja biliar per minggu, atau setara dengan 12 meja dalam sebulan.

Yang mengejutkan, produk meja biliar berstandar internasional ukuran 9-ball hasil karya warga ini tidak hanya dipasarkan lokal. Ridwan mengungkapkan bahwa pesanan datang dari berbagai penjuru Indonesia, termasuk Kalimantan, Papua, dan Sulawesi. Selain memanfaatkan ruang di pasar burung yang mangkrak, ia juga memiliki workshop cadangan di area rumahnya untuk mendukung produksi.

Inisiatif komunitas ini menunjukkan potensi pemberdayaan ekonomi di kawasan yang sedang bertransformasi, mengisi kekosongan sambil menunggu realisasi wacana pemerintah setempat untuk menjadikan gedung tersebut sebagai gedung serbaguna.

EDITOR

Iklan Promo
Iklan Promo

Iklan Harian Radar!

Dapatkan penawaran menarik hanya untuk Anda. Jangan lewatkan kesempatan ini!

Hubungi Agen

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

↑ Top