Indonesia Siapkan Empat Kota Baru Jadi Pelopor Kota Cerdas di Tingkat ASEAN

Kemendagri tetapkan Surabaya, Semarang, Palembang, dan Denpasar sebagai calon anggota jejaring kota cerdas ASEAN, sinyal bagi investor global untuk berkolaborasi

Surabaya — Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) secara resmi mendorong empat kota besar untuk bergabung dalam jejaring kota cerdas ASEAN. Keempat kota tersebut adalah Surabaya, Semarang, Palembang, dan Denpasar. Langkah ini menandai dimulainya fase baru pembangunan kota cerdas yang lebih masif dan terarah.

Pengumuman ini disampaikan langsung oleh pejabat tinggi Kemendagri dalam pertemuan tingkat tinggi Jejaring Kota Cerdas ASEAN-Jepang yang berlangsung di Takamatsu, Jepang, awal pekan ini. Dalam forum tersebut, Indonesia menegaskan komitmennya untuk mengembangkan kota-kota yang tidak hanya teknologi tinggi, tetapi juga berkelanjutan dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Masing-masing kota telah ditetapkan dengan fokus pengembangan yang unik dan spesifik. Surabaya akan dikembangkan sebagai kota pelabuhan dan industri cerdas, sementara Semarang akan menjadi percontohan kota tangguh yang fokus mengatasi masalah banjir dan penurunan tanah. Palembang diarahkan sebagai kota sungai cerdas yang memanfaatkan Sungai Musi sebagai aset utama, sedangkan Denpasar akan menjadi pusat budaya cerdas yang memadukan pariwisata dengan pelestarian warisan budaya.

Penetapan tema khusus ini bukan tanpa alasan. Strategi ini dirancang untuk menarik minat investor dan mitra teknologi global yang memiliki keahlian di bidang-bidang spesifik tersebut. Dengan demikian, diharapkan kolaborasi yang terjalin dapat lebih terfokus dan menghasilkan solusi yang tepat sasaran bagi permasalahan perkotaan yang dihadapi masing-masing daerah.

Perluasan ini merupakan kelanjutan dari kesuksesan empat daerah yang telah lebih dulu bergabung dalam jejaring kota cerdas ASEAN, yaitu DKI Jakarta, Makassar, Banyuwangi, dan Sumedang. Pemerintah melihat bahwa pengalaman dan pembelajaran dari daerah perintis tersebut telah membuka jalan untuk menerapkan konsep serupa di kota-kota besar dengan tantangan yang lebih kompleks.

Dengan bergabungnya keempat kota ini dalam jejaring regional, diharapkan dapat membuka peluang investasi dan transfer pengetahuan yang lebih luas. Langkah ini juga sejalan dengan visi pemerintah untuk membangun kota-kota Indonesia yang tidak hanya smart, tetapi juga sustainable dan inklusif, sehingga mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara signifikan di masa mendatang.

EDITOR

Iklan Promo
Iklan Promo

Iklan Harian Radar!

Dapatkan penawaran menarik hanya untuk Anda. Jangan lewatkan kesempatan ini!

Hubungi Agen

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

↑ Top