Ditulis pada: Kamis, 18 Desember 2025
Pasuruan — Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Pasuruan melaksanakan razia mendadak di sejumlah wisma kawasan Tretes, Kelurahan Prigen, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, mulai Selasa malam hingga Rabu (17/12/2025) dini hari. Langkah ini diambil untuk mempersempit ruang penyalahgunaan serta peredaran gelap narkoba di wilayah tersebut.
Kegiatan diawali dengan pembagian petugas ke dalam dua tim yang menyisir wisma-wisma pekerja seks komersial (PSK) dan lingkungan sekitarnya. Petugas langsung melakukan tes urine di tempat terhadap para PSK dan penjaga wisma yang berada di lokasi saat penggeledahan berlangsung.
Kepala BNN Kabupaten Pasuruan, Masduki, memimpin langsung operasi ini dan menjelaskan bahwa Tim 1 memeriksa satu wisma dengan total 13 orang. Dari pemeriksaan tersebut, sepuluh PSK dan tiga penjaga wisma dinyatakan negatif dari kandungan zat terlarang.
Sementara itu, Tim 2 bergerak menyisir dua wisma lainnya dengan memeriksa sembilan PSK dan tiga orang penjaga. Dalam pemeriksaan ini, petugas menemukan satu orang pria yang bekerja sebagai penjaga wisma terindikasi positif mengonsumsi narkotika jenis ganja.
Berdasarkan aturan umum yang berlaku dalam penanganan penyalahgunaan narkotika, individu yang dinyatakan positif akan menjalani proses asesmen. Hal ini dilakukan untuk menentukan tingkat keparahan penggunaan, apakah masuk dalam kategori ringan, sedang, atau berat guna menentukan langkah rehabilitasi.
Sesuai dengan ketentuan medis dan hukum, jika hasil asesmen menunjukkan kategori ringan hingga sedang, maka penyalahguna akan diarahkan untuk menjalani rehabilitasi rawat jalan. Namun, apabila masuk kategori berat, yang bersangkutan wajib mengikuti program rehabilitasi rawat inap.
Kepala BNN Pasuruan, Masduki, menegaskan bahwa pemilihan lokasi di daerah Prigen didasarkan pada laporan masyarakat yang menyebut kawasan wisma tersebut rawan terhadap praktik penyalahgunaan narkoba. Operasi ini menjadi bagian dari upaya preventif untuk menjaga keamanan wilayah Pasuruan.
Pihak BNN memastikan satu orang penjaga yang positif tersebut telah diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut. Penanganan terhadap pria tersebut dilakukan secara prosedural dengan mengacu pada fungsi rehabilitasi bagi pengguna narkotika.
Razia ini juga menjadi bentuk pengawasan ketat setelah sebelumnya terjadi peristiwa kriminalitas di wilayah yang sama, seperti kasus pertikaian di Vila Tretes. BNN berupaya memastikan bahwa lingkungan pariwisata dan penginapan tidak menjadi sarang peredaran gelap.
Masduki menambahkan bahwa koordinasi dengan warga lokal terus ditingkatkan guna mendapatkan informasi yang akurat mengenai titik-titik rawan. Hal ini bertujuan agar tindakan represif maupun preventif dapat menyasar target yang tepat dan memberikan efek jera.
Hingga berita ini diturunkan, situasi di kawasan Prigen pasca-razia dilaporkan tetap kondusif. BNN Kabupaten Pasuruan berencana akan terus melakukan pengawasan secara berkala di lokasi-lokasi lain yang dianggap memiliki tingkat risiko serupa.
Operasi ini ditutup dengan imbauan kepada para pengelola wisma agar lebih selektif dan ikut berperan aktif dalam mencegah masuknya narkoba ke lingkungan mereka. Langkah kolaboratif antara petugas dan masyarakat diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang bersih dari narkoba.






